Seputar Banten: Project Warna Warni Seni Banten

Gol A Gong mengatakan kesenian di Banten akan bersaing di kancah nasional dimulai dari Kopi Rona, asal para senimannya sering melakukan pameran. Ia juga mengungkapkan bahwa jalan kesenian Banten menuju nasioal melalui jalan yang berlika-liku. “Para seniman di Banten sulit untuk meng-upgrade kapasitas sumber daya mereka karena pemerintahnya kurang mendukung,” jelas Gol A Gong.

Pada kesempatan itu Gol A Gong dan peserta yang hadir memberikan rekomendasi kepada para seniman yang hadir: (1) Perbanyak aktivitas kesenian di ruang-ruang publik, (2) Membuat ruang pameran di pojok-pojok desa, (3) Menyelenggarakan event 1000 orang melukis, (4) melukis (kain) panjang di event car fee day, (5) Kolaborasi antara seni lukis dan sastra ditingkatkan.

Sementara itu perupa Q’bro Pandam bercerita tentang proses kreatif Milu Mili exhibition. Ia mengatakan bahwa prosesnya mengalir saja, bersumber dari mengamati kehidupan sehari-hari. Ia berharap diskusi ini menggoda para perupa untuk membuat apapun dalam hal mengembangkan karya.

“Jangan ada batasan untuk mengekspresikan gagsan kita. Ini dapat dilakukan siapapun. Saya selalu gelisah melihat kreativitas yang dilakukan oleh teman seniman lain, barangkali itu yang membuat saya terus berkarya,” ungkap Q’bro.

Sementara itu Helmy Faizi Bahrul Ulumi, seniman yang juga dosen UIN SMH Banten mengapresiasi pameran tunggal yang dilakukan oleh Q’bro Pandam. Ia juga sependapat dengan Gol A Gong, bahwa seniman di Banten meributkan yang bukan karya. Ia lantas menceritakan pengalamannya mengikuti kegiatan-kegiatan kesenian di Yogyakarta semasa menjadi mahasiswa.

Kemudian Helmy ditunjuk sebagai Direktur Project Warna Warni. Deden dari Sanggar Embun dan Dicky dari 51 Collaboration Space tandem jadi wakilnya. Qibro Pandam, Gol A Gong, dan Anton Burger Ciceuri sebagai penasihat. Langkah selanjutnya akan didiskusikan oleh panitia kecil, untuk membuat logo, tagline, dan konsep acara.

Di akhir acara, Qibro menghadiahi Gol A Gong satu lukisan berjudul “Gairah Budaya”. Tentu Gong sangat gembira. Gong menutup pertemuan, bahwa bulan depan – mungkin tanggal 14 Februari, sambil merayakan Happy Valentine, Gong dan istrinya akan pameran di Cafe 51 Collaboration Space.

Rudi Rustiadi

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==