Dilihat secara geografis, Provinsi Banten khususnya yang berada di wilayah Selatan—Pandeglang dan Lebak memiliki luas wilayah yang signifikan, ditunjang dengan kondisi alam yang masih terjaga dengan baik (lihat buku: Ensiklopedia Provinsi Banten).

Jika ada keinginan sebetulnya beberapa lahan di desa bisa digarap menjadi alun-alun desa, agar menarik masyarakat sekitar datang ke tempat tersebut. Apa yang dilakukan Gol A Gong dengan para relawan di Rumah Dunia bisa diadopsi. Mereka secara gotong royong membebaskan lahan seluas 3000 M2 untuk dijadikan alun-alun desa.

Setiap sore anak-anak bermain bola dan anak-anak balita diantar orangtuanya bermain di play ground. Minggu pagi, ibu-ibu kampung rutin menggelar senam pagi.

Hal itu saya bayangkan ketika datang ke alun-alun Kota Serang. Masyarakat dari usia belia hingga dewasa datang ke alun-alun untuk sekedar tamasya, olahraga, atau bermain dengan teman sebaya.

Alun-alun juga bisa menjadi tempat yang penting, jika dikelola dengan aturan yang tegas dan adil. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di alun-alun adalah konser musik, dialog kebangsaan, orasi budaya, perkumpulan komunitas atau perlombaan tertentu. Hal ini sudah rutin dilakukan Komunitas Rumah Dunia.

Namun, kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan sebagai usaha untuk memajukan perekonomian daerah, bukan sebatas foya-foya atau hiburan semata. Akan menarik jika setiap kecamatan memiliki alun-alun, agaknya setiap hari orang-orang akan datang untuk berbagai tujuan, kemudian pihak kecamatan bisa membuat program di dalamnya.

Semoga dengan adanya alun-alun desa seperti halnya Rumah Dunia, muncul sektor baru yang membangun untuk pertumbuhan desa, baik dari pariwisata, pendidikan atau kebudayaan.




