Iming-iming popcorn dan jasmine tea selama nonton juga dilancarkan. Si istri tahu hubby suka sekali nonton film sambil nyamilin popcorn.🤠Akhirnya selama seratus dua puluh menitan hubby bersedia menemani nonton Petualangan Sherina 2.

Ya ampun, ya ampun, dari awal udah disuguhi melodi soundtrack film pertamanya. Lalu disusul dengan lagu-lagu yang mirip sekian puluh tahun lalu kudengar bersama anak-anak. Aku nonton sambil nyanyik, goyang-goyang kepala, dan tentu saja makan popcorn. Untunglah kami duduk di barisan paling belakang, mau norak juga bebas. Kasihan yang duduk di seberang kiriku, kalik dia sebel lihat dari sudut matanya ada emak-emak antusias banget nonton. 😂
Saranku, meski untuk semua umur, jangan bawa bocah deh kalau nonton. Banyak adegan berantem, ada scene wanita dan laki-laki saling goda secara sensual, termasuk ending pertemuan Sadam dan Sherina yang nggak cukup cuma cium kening. Detik-detik yang justru bikin aku malu sendiri. Ya meskipun nggak lanjut, karena ada yang teriak minta tolong. Tapi banyak anak-anak yang nonton.🤕

Aku juga agak malu nonton adegan manja Pak Syailendra dan istri hedonnya, meskipun suara keduanya oke. Jadinya lebih enak nonton adegan ini sambil merem, cuma dengerin suara Isyana dan Chandra Satria (Chandra Pitok). Berasa nonton film opera. ðŸ¤
Secara keseluruhan bagus, aku tepuk tangan sendiri di kursi belakang. Wkwkwk. Cuma sayangnya salah di rating aja. Menurutku rate yang cocok 13+. Ini film untuk yang dulu pernah jadi anak-anak, terutama yang pernah nonton film pertamanya. Banyak kaitan kenangan film awal yang disimpan di film kedua. Serabi dan kinca, piano, kipas angin, dan tentu saja sederet lagu yang intronya mengajak ke masa 23 tahun lalu, saat film pertama hype abis.
Berikut ada tulisan mas Gong mengenai pengalaman nonton film Petualangan Sherina 2 bareng aku. Klik dan baca banner di bawah ini, ya:


