Magdalena Eda Tukan, pengurus harian Simpa Sio Institute, bercerita tentang kisah sosok Herman Fernandez, yang berbadan tegak, keturunan dari orang berada di Larantuka. Herman pergi merantau ke Jawa untuk belajar, namun di tengah perjalanan hidup ia harus berhenti bekerja karena masa sulit waktu itu. Ia justru rela berkorban, hasil bekerja sebagian untuk hidupnya dan sebagian lagi hasil keringatnya itu ia hibahkan kepada sahabat Frans Seda, yang kelak pada periode orde baru kerap ditunjuk menjadi menteri.

Banyak kisah menarik tentang Herman Fernandez. Ini sejarah yang menarik dan patut diketahui generasi muda Larantuka, bahwa pada masa perjuangan dulu ada juga putra daerah Flores Timur yang turut berjuang.

Di akhir cerita Eda, pada tahun 1957 Presiden RI pertama, Ir Soekarno, juga pernah sampai di monumen patung Herman Fernandez. Dulu ada tugu peninggalan Belanda, tepat di atas berdirinya monumen perjuangan HermanFernandez yang dibangun sekitar tahun 80-an. Patung seberat 2 ton ini diangkat dengan kapal laut pada masa itu dari pulau Jawa.

Sore itu setelah mendengar kisah kepahlawanan, para peserta Lingkar Belajar Simpa Sio Institute diajak berkeliling menjelajahi tempat lain yang tak jauh dari Patung Herman Fernandez.




