Suara Hati dari Larantuka Tentang Pendidikan di Indonesia

Lalu bagaimana dengan para pengajar?
Mereka lebih dari lagu “Himne Guru”.
Lebih terang dari pelita. Lebih nyaman dari Embun.
Lebih dari seorang pahlawan tanpa tanda jasa.
Sedangkan para pengajar saat ini?

Merdeka Belajar di jaman Mas Mentri seharusnya menjadi jalan untuk kembali pulang pada Misi Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantoro.
Namun tidak semua melihat itu sebagai jalan pulang melainkan jalan untuk menjadikan dunia Pendidikan sebagai lahan bisnis.
Betapa tidak?


Para pendidik menuntut haknya mesti dipenuhi.
Segala syarat administrasi yang tertuang dalam kertas dipenuhi agar bisa menerima upah sesuai tawaran pemerintah.
Sedangkan kewajibannya?
Kewajibannya hanya berhasil di Omon-omon dan tulisan di atas kertas tentang apa yang mereka hasilkan.
Asal menjawabi semua syarat agar masuk notifikasi dari bank.

Banyak Pengajar berlomba-lomba mengikuti program pemerintah. Apalah itu penggerak dan lain sebagainya.
Semua materi yang didapat selama mengikuti pendidikan itu sangat baik jika diaplikasikan secara baik dengan pendekatan yang variatif.
Banyak yang melakukannya ketika ada kamera di pojok kiri dan kanan untuk dijadikan laporan.
Setelahnya bingung mau melakukan apa.
Para pengajar dituntut untuk kreatif dan inovatif namun serasa sedikit yang kreatif inovatif karena banyak orang yang bukan berstatus penggerak namun sudah melakukan nya dengan sangat baik.

Wibawa para pengajar zaman dulu sungguh. Walau para pelajar dipaksakan untuk menghafal tetapi mereka lebih pandai mengolah untuk memahami semua materi sehingga ada bekas yang tertinggal di kepala mereka.
Bahkan bagaimana mereka menerapkan etika di zaman itu lebih baik dari manusia zaman Orde Baru hingga ke sini.

Banyak pengajar dengan status ASN, sertifikasi (sesuai golongan mendapatkan upah 2-6jt), gaji 13, dll mendapatkan upah yang menurut mereka setara dengan apa yang mereka lakukan.
Entah apa yang dikerjakan melebihi semua unsur di dalam negara ini.
Para pengajar Honor yang tidak mendapatkan sertifikasi mendapatkan sokongan pemerintah sebesar Rp. 250.000/bulan. Tidak sepadan dengan porsi kerjanya jika dibandingkan dengan para ASN dan penerima Sertifikasi.

Bukan soal rupiah.
Atau program pemerintah yang menguntungkan beberapa pihak.
Tetapi apa yang engkau buat untuk generasi masa depan yang lebih tertarik bermain HP (game, dll). Karakter mereka menjadi mati karena game yang dimainkan adalah tentang kejahatan. Game mengajarkan kepada mereka tentang bagaimana harus berusaha melumpuhkan bahkan membunuh sang lawan.

Program pemerintah baik jika diserap secara baik dan diterapkan secara baik.
Bukan lalu harus menghafal segala teori kemudian di sampaikan secara bagus di depan banyak orang.
Sang pemateri lebih pintar omon-omon daripada praktiknya. Karena yang berhadapan dengan Peserta Didik adalah para Pengajar. Dan para pengajar dituntut untuk harus kreatif dan inovatif. Bukan menyontek di youtube atau google tentang segala yang baru di daerah nya lalu diterapkan. Dan orang yang baru lihat pasti akan terpanah dan katakan bahwa ini kreatif dan inovatif. 😇

Anak zaman sekarang butuh banyak perhatian dari semua elemen masyarakat.
Baik guru, pemuka agama. Orang tua di lingkungan sekitar tempat tinggalnya dan para pemuda/i yang lebih tua darinya.

Mari jaga Indonesia dengan memelihara Anak Bangsa.
Jangan biarkan mereka tenggelam dalam ketidakwarasan dunia saat ini.
Indonesia bisa tenggelam dalam bentuk penjajahan baru jika mereka tidak dipelihara dengan baik.
Jangan kejar program pemerintah untuk keuntungan pribadi. Tapi lihat itu sebagai keseriusan negara dalam memimpikan hal baik di masa depan.

Mari saling khawal.
Saling mendukung untuk Indonesia Maju.

Mengkritik itu wajib agar kita tahu dimana kekurangan kita dan berusaha melakukan yang terbaik.
Semakin banyak kritik, semakin baik.
Agar bisa menemukan sesuatu yang lebih baik.

*) Larantuka, 12 Mei 2024

*) Maria Natalia Ana Yusti, panggilannya Natalia Astri. Ia Guru BK di SMAK Santo Fransiskus Asisi Larantuka – Flores Timur – NTT.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==