Akhirnya saya bisa mengajak Tias Tatanka – istriku tercinta, mnikmati alam Linggarjati pasa Sabtu 22 Februari 2025 setelah Hari kedua Gelaran Puisi Esai Kabupaten Kuningan . Saya ingin berfoto dengan Tias di tempat-tempat di mana Bung Karno pernah singgah. Bengkulu juga sudah, hanya saja foto-fotonya raib.
Tour guide dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan memandu. Kami ditemani Duta Baca Kuningan ketika tour guide memaparkan, bahwa perjanjian Linggarjati adalah kesepakatan antara Indonesia dan Belanda yang ditandatangani pada 15 November 1946 di Linggarjati, Kuningan, Jawa Barat. Perjanjian ini juga ditandatangani lagi pada 25 Maret 1947 di Istana Merdeka, Jakarta.

Perjanjian Linggarjati merupakan kesepakatan politik yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik antara Indonesia dan Belanda setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Isi Perjanjian Linggarjati
- Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia atas wilayah Jawa, Madura, dan Sumatra
- Belanda harus meninggalkan wilayah de facto paling lambat 1 Januari 1949
- Indonesia dan Belanda akan membentuk Negara Indonesia Serikat (RIS)
- RIS dan Belanda akan membentuk Aliansi Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda sebagai Presiden

Dampak Perjanjian Linggarjati
Saya dan Tias merasakan, bahwa mendatangi tempat perjanjian Linggarjati merupakan kesepakatan untuk kembali menata rencana keliling dunia. Kita tahu Linggarjati adalah langkah Indonesia untuk mendapatkan pengakuan internasional atas kemerdekaannya. Namun, perjanjian ini juga menuai kontroversi karena dianggap membatasi wilayah kedaulatan Indonesia karena hanya Jawa Sumatera dan Bali. Kami ingin lebih luas lagi melangkah seperti halnya kemerdekaan Indonesia.
Gol A Gong/AI




