Surat dari Qatar: Merantau Tidak Cukup Modal Nekat

Mereka yang ingin untung malah berujung buntung.

Sudah diperas habis-habisan ternyata malah gagal berangkat.          

Sudah membayar mahal-mahal, ternyata malah berujung kesengsaraan di karantina si tempat yang entah di mana.

            Usahakan mencari pekerjaan sebagai TKI yang profesional, bukan di sektor domestik.

            Tidak mudah memang. Syarat dan ketentuan yang berlaku sangat banyak.

            Fresh graduate tidak akan bisa langsung diterima di Timur Tengah.

            Pengalaman bekerja yang cukup sangat diperlukan, karena perusahaan di sana tentunya memerlukan karyawan yang sudah matang dan siap bekerja. Bukan malah membebani mereka dengan kurangnya pengetahuan calon karyawan.

            Berkomunikasi di dalam bahasa Inggris adalah kemampuan yang  sangat wajib.

            Tidak harus sempurna Grammatikalnya, tapi sekadar lancar berkomunikasi sangat penting. Karena itu bahasa utama yang digunakan ketika berkomunikasi dengan rekan kerja atau atasan. Bahasa panduan bekerja dan segala macam bentuk komunikasi lainnya.

            Bahasa lain tentunya akan menjadi nilai plus.

            Untuk anak pesantren tentunya sangat mudah, akrena seharusnya sudah multi bahasa dengan Arab dan Inggris.

            Persiapan pengetahuan juga penting.

            Di zaman internet sekarang tentunya hanya perlu beberapa menit saja untuk menyerap informasi sebanyak mungkin tentang negara yang akan kita tuju untuk merantau.

            Jangan sampai kita terkaget-kaget ketika sampai di sana.

            Aku termasuk yang kurang informasi ketika berangkat ke Qatar pada awal 2008.

            Masalah cuaca sama sekali tidak aku perhtungkan.

            Yang ada di kepalaku negara Timur Tengan adalah negara yang panas dan kering kerontang. Eh, ternyata malah bertolak belakang.

            Langkah pertamaku turun dari pesawat malah disambut oleh hembusan angin dingin yang dinginnya sampai menyerap ke tulang.

            Di dalam bagasiku pun hanya ada satu helai jaket tipis.

            Sehingga dari tiba di Qatar pertama kali sampaiu menerima gaji pertama, aku dan temanku yang sama-sama kurang informasi jadi gagap fashion.

            Ke mana-mana kami selalu memakai baju dan celana berlapis-lapis untuk melawan suhu yang bisa mencapai 9 derajat Celcius.

Banyak membaca tentang kota dan negara yang akan kamu tuju.

            Ketika kamu memutuskan untuk menerima pekerjaan di luar negeri, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan.

            Agen perusahaan yang bagus biasanya sama sekali tidak memungut biaya apapun dari calon karyawan, karena sudah ditanggung oleh end user di luar negeri.

            Baca kontrak dengan sangat teliti, jangan sampai ketika kamu sudah menandatangani surat kontrak, ternyata ketika kamu sudah mulai bekerja, ada yang tidak sesuai.

            Semoga setelah pandemi ini berakhir kesempatan untuk bekerja di luar negeri akan lebih terbuka lebar buat teman-teman.

            Persiapkan diri sebaik mungkin!

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==