Ketika nanti buku itu kita ingat, mungkin hanya sebatas: “bukunya baguss bangeet!”, atau “ keren bangeeet!”

Salah satu cara mengikat isi sebuah buku adalah dengan membuat resensi atau review. Cara kedua adalah dengan menceritakan isi buku itu kepada orang lain.
Sejak mengenalkan buku-buku kepada anak-anak, saya hampir setiap hari bertanya kepada mereka kesimpulan singkat mengenai isi buku-buku yang baru selesai mereka baca.

Kesulitan terbesar mereka adalah menulis bahasa Indonesia secara tertulis. Walau pun sehari-hari selalu saya dan istri selalu mengajak berbicara bahasa Indonesia, tapi kalau secara tertulis ya bahasa mereka masih terasa aneh seperti tulisan saya sebelumnya.
Semalam saya buat inovasi baru, saya buatkan mereka template book review dari Canva, dan saya minta membuat resensi mini seperti foto di bawah ini:

Ya, masih seperti gado-gado, bukunya bahasa Indonesia, tapi resensinya bahasa Inggris. Ini juga sudah uyuhan kalau kata orang Sunda, atau sudah sangat mendingan.

Ya beginilah perjalanan masih panjang dan perjuangan masih berat untuk mengikatkan bahasa Indonesia ke anak-anak yang lahir dan sejak kecil bersekolah di perantauan. *
Doha, 29 Agustus 2022



Salam Indonesia untuk anak-anaknya, Iang Diday.