Pertemuan saya dan Abidzar Alghifari yang memerankan tokoh “Roy” dari novel Balada Si Roy di hotel ASA Larantuka, bukan kebetulan. Ada tangan Tuhan yang menggerakkan. Kita tunggu saja kelanjutannya.
Roy dan Abidzar di Larantuka

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Pertemuan saya dan Abidzar Alghifari yang memerankan tokoh “Roy” dari novel Balada Si Roy di hotel ASA Larantuka, bukan kebetulan. Ada tangan Tuhan yang menggerakkan. Kita tunggu saja kelanjutannya.

Membuat film bagus itu gampang. Yang susah adalah mencari produser dan penontonnya. Ketika saya masih jadi senior creative di RCTI (1996-2008), fenomena film bagus dan laku terus berlangsung. Pernah sebuah rumah produksi membuat film bagus, tayang di RCTI dan tidak ada iklan. Akhirnya si produser kembali memproduksi sinetron.

Tokoh Roy dinovel Balada Si Roy yang saya tulis mmang bad boy. Dia banyak mempengaruhi para pembaca. Ketika banyak ibu-ibu protes, saya berpikir ulang.

Kamu punya ransel? Masih suka dipakai? Atau sudah disimpan di gudang? Coba periksa ranselnya, ada besinya nggak?

Saya memikirkan betul kostum atau outfit tokoh Roy di novel Balada Si Roy. Saya ngin pembaca kemudian menirunya. Saya ingin kostum Roy jadi trend di pembaca.

Setting lokasi utama di dalam novel Balada Si Roy itu di Kota Serang. Apakah ketika diproduksi jadi film, setting lokasinya masih di Serang.?

Jangan menyepelek karakter tokoh. Kita harus secara detail membangunnya. Wardrobe atau kostum tokoh, itu juga penting untuk membangun karakter tokoh.

Roy mengayuh sepeda balapnya menyusuri jalanan basah kota Serang. Joe – anjing herder warisan ayahnya, berlari di depan membuka jalan.

Ketika memutuskan tokoh Roy berteman anjing herder, bukan seperti langsung abrakadabra: jadi! Tidak. Saya berpikir lama sekali – ini terkait anjing diharamkan dalam agama Islam.

Menuis novel best seller Dipuji bukna dicaci, karna ada yang best seller tapi dicaci. Ada juga yang dipuji tapi tidak best seller. Nah, lho.

Roy meang legenda. Perjalanannya penuh liku. Para pembacanya sangat mencinta sehingga sangat kuatir jika difilmkan berubah.

Sepatu boots itu lambang kejantanan lelaki. Roy merasa dengan sepatu boots bisa menaklukkan jalanan.

Blue Ransel adalah properti legendaris tokoh Roy di novel Balada Si Roy. Ransel saya sekarng warnanya hijau. Kok, bisa?

Rokok dan Zippo, dua unsur penting dalam membangun karakter tokoh Roy di novel serial Balada Si Roy. Jika pembaca menirunya, berarti si penulis berhasil membangun karakter si tokoh.

Balada Si Roy adalah nyanyian sedih remaja Indonesia. Puisi adalah cara terbaik untuk mengungkapkannya.

Nama remaja berandalan itu: Roy. Dia memang nakal, tapi bertanggung jawab. Dia berani karena benar. Dia ingin menggenggam dunia dengan keberaniannya.

Balada Si Roy usianya sudah 36 tahun sejak dimuat episode pertama: Joe di majalah HAI edisi 8 Maret 1988.