Oleh: Zaeni Boli Mesti bangga dengan karya sendiri. Produksi sebuah film bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan proses yang terkadang membuat kita hampir menyerah, namun dengan …
Bengkel Seni Milenial Siap Nobar Film Karya Sendiri

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Oleh: Zaeni Boli Mesti bangga dengan karya sendiri. Produksi sebuah film bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan proses yang terkadang membuat kita hampir menyerah, namun dengan …

Sore itu, Kamis, 21 Agustus 2025, latihan BSM sedikit berbeda karena adanya kunjungan dari Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Silvester Petara Hurit

Bagaimana seniman dan komunitas muda di Flores Timur menghidupkan kembali ruang publik terbengkalai menjadi ruang latihan seni dan kreativitas. Contoh nyata dari gerakan budaya yang menyala dari daerah.

Orang-Orang di Balik Layar Pementasan Teater
Saya memulai belajar teater dari kerja-kerja di belakang layar, seperti menjadi bagian dari tim artistik. Dari sana, saya mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman yang berharga. Pengalaman ini saya peroleh di Bekasi, di bawah asuhan dua seniman hebat, almarhum Ane Matahari dan Dedi S. Putra Siregar. Dari keduanya, saya belajar nilai-nilai berkesenian yang kemudian saya terapkan pada anak-anak Bengkel Seni Milenial.
Kepada anak-anak tersebut, saya juga mencoba mengajarkan bahwa kerja teater bukan hanya tentang keaktoran atau pertunjukan di atas panggung semata. Ada banyak kerja-kerja lain yang patut mendapatkan perhatian dan apresiasi, seperti kerja tim musik, tim artistik, dan juga dokumentasi. Tanpa kerja-kerja di belakang layar, apa yang tersaji di atas panggung akan terasa hambar.
Teater adalah kerja kolektif yang membutuhkan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghargai. Nilai-nilai ini sangat penting diajarkan di tengah masyarakat yang semakin apatis dan cenderung berpikir individualis. Kebersamaan dan gotong royong adalah nilai luhur yang dimiliki bangsa ini.

BSM ingin menunjukkan bahwa seni bukan hanya tentang ekspresi atau pertunjukan, tetapi juga tentang menyerap nilai-nilai kemanusiaan dan membangun rasa peduli terhadap sesama.

Andai saya memilih menyerah maka hal hal baik di atas tak akan mungkin terwujud bukan seberapa besar kita punya potensi tapi seberapa tekad kita untuk mencapai mimpi mimpi tersebut perjalanan nya tak selalu mudah dan tak selalu mendapatkan dukungan yang positif .

Pembina BSM bersama Syaiful Bethan kolaborator BSM dalam bidang Multimedia datang mengunjungi Kepala Taman Budaya Gerson Poyk NTT Mohadi.

Agenda seperti ini juga adalah oase bagi ketiadaan acara sastra di Flores Timur. Padahal potensi itu ada, terbukti dengan betapa antusiasnya anak-anak yang hadir sore itu di TBM Raboni.

Dalam rencana BSM akan tampil di tiga tempat berbeda di Kota Kupang yakni De Museum Cafe JKK Kota Kupang Lama, Universitas Muhammadiyah Kupang, Rumah Jurnalis Kupang.

Ada beberapa hal yang menjadi capaian istimewa pada periode terdahulu yang mungkin akan sulit diulangi lagi , tapi sebagai manusia yang ingin maju dan berani mengambil tantangan, kita boleh mengambil jalan lain dari yang pernah dilakukan oleh generasi BSM sebelumnya.

Sebagai seorang guru, saya terus memotivasi peserta didik untuk berani menatap dunia yang lebih luas seperti yang di lakukan Fidel dan teman-teman Artery disana.

Dzul Uran sebagai Ketua BSM mengatakan, “Kami optimis bisa menampilkan yang terbaik pada acara nanti dan mengucapkan terima kasih pada panitia Titik Kumpul karena telah mengundang BSM pada acara tersebut.”

Bengkel Seni MilenialSuradewa School Vocational Larantuka hanyalah kelompok kecil dan hampir tanpa akses pada kekuasan ataupun relasi yang baik. Modal kami adalah karya dan komitmen dalam berkarya, itu yang mengantarkan kami pada pergaulan yang tak hanya sebatas kabupaten semata tapi menembus batas segala kekurangan kami.

Pementasan di atas kapal? Apa bisa? Ya. Di pelabuhan Larantuka. Ada pementasan di atas kapal Arka Kinari oleh Filastine dan Nova, seniman penjelajah.

Anak-anak Bengkel Seni Milenial SMK Sura Dewa bergerak lagi. Mereka tidak ada mtainya, terus berkarya dan tampil di panggung-panggung sekolah. Kali ini mereka tampil di SMPN Satap Riangpuho.

Para peserta didik yang beruntung tersebut adalah atas nama Ermelinda Intan, Maria Leno Koten, Chelsea Sandra Bau Loe dan Theodora.

Pertunjukan dari Bengkel Seni Milenial ini akan dimainkan di hari kedua Festival Genang Era di desa Leworook, Kabupaten Flores Timur.