Gustin Suradji, Selamat Jalan…

Pada 1989, Arswendo Atmowiloto meluncurkan generasi “Pengarang Remaja Gramedia”. Gustin Suradji termasuk di dalamnya. Setelah Adra P. Daniel berpulang, kemudian Arswendo Atmowiloto, lalu Gusur Adhikarya, kini Diah Agustin bin Suradji dengan nama pena Gustin Suradji.

Kabar duka ini aku dapat dari status Hilman Hariwijaya. Innalillahi… Gustin wafat pada Senin 5 Juli 2021 pukul 23:00 WIB, menyusul suaminya yang wafat lebih dulu. Terang, terang alam kuburmu, Gustin.

Foto tahun 1990, saat pameran buku. Saya paling kiri, kemudian Gustin, Gus tf Sakai, Arini Suryokusumo, Lutfi, Tika Bisono, Adra P. Daniel, Zara Zettira ZR, Boim Lebon, Hilman
Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Gusur Adhikarya, Lupus, dan Saras 008

Apa yang bisa aku kenang dari seseorang bernama Gusur Adhikarya selain buku dan penerbitan? Isi kepala Gusur itu perpustakaan. Wajar kalau dia pernah jadi boss majalah Jelita dan Story, serta tabloid Gaul. Dia ingin seperti guru kami – Arswendo Atmowiloto, raja penerbitan dari Palmerah Selatan.

Saat masih bujangan di Palmerah Utara, 1988-1992, setiap main ke rumah Gusur, maka saya bingung mau duduk di mana. Kamarnya penuh dengan buku dan tumpukan koran.

Boim Lebon, Hilman, Gusur
Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5