Gonjlengan Wacana, apa itu? Semacam makan nasi liwet khas Banten plus ayam bakar. Kali ini maksudnya diskusi sambil ngopi. Apa yang didiskusikan? Visi-misi 3 bakal calon walikota Serang.
Kota Serang: Tiga Bakal Calon Walikota Adu Visi-Misi

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Gonjlengan Wacana, apa itu? Semacam makan nasi liwet khas Banten plus ayam bakar. Kali ini maksudnya diskusi sambil ngopi. Apa yang didiskusikan? Visi-misi 3 bakal calon walikota Serang.

Ade Jahran menegaskan bahwa acara seperti Gonjlengan Wacana sangat penting dalam memberikan ruang bagi bakal calon walikota untuk memaparkan visi dan misi mereka secara langsung kepada masyarakat.

Dengan kehadiran tiga bakal calon yang memiliki visi dan misi yang beragam namun sejalan dalam memajukan Kota Serang, wacana yang digelar oleh Rumah Dunia ini menjadi ajang penting untuk masyarakat dalam memilih pemimpin yang akan membawa perubahan positif bagi kota mereka.

Salah satu program utama yang ia tawarkan adalah pemberantasan praktik bank keliling. Ia percaya bahwa bank keliling seringkali membebani masyarakat dengan bunga yang tinggi, sehingga perlu diatasi untuk melindungi ekonomi masyarakat.

Rumah Dunia membuka hal itu dengan unit usaha Gong Media Cakrawala, menghadirkan langsung calon-calon pemimpin yang ada di Kota Serang pada Sabtu 25 Mei 2024, pukul 13.00-16.00 WIB di teater terbuka Rumah Dunia.

Jalan di depan Kantor Dinas Perpustakaan Provinsi Banten, persis di depan terminal bus antar Kota, Pakupatan, macet total. Ada truk pakan ayam tergulir.

Lutfi mengatakan, “Ada 14 jenis cabang yang dilombakan dan diikuti sekurangnya 15 sekolah yang ada di Kota Serang.” Selamat berlomba.

Serang oh Serang. Sekarang usinya 24 tahun. Tapi gap infrastrukturnya dengan kota-kota lain menganga. Padahal Kota Serang dekat dengan Jakarta. Tapi gedung untuk menampung kreativitas anak muda saja tidak punya. Alamak!

Banten Lama itu Kota Tua dan pernah adi bandar internasional. Andai saja direvitalisasi, tidak akan kalah dengan Kota Tua Melaka. Hanya saja, persoalan primordial jadi kendala.

APKLI bersama mitra menyediakan takjil gratis, santunan anak yatim, gelar buku, gurah mata, dan berbagai lomba Ramadan, seperti menggambar, mewarnai, dan mendongeng.

Saya tinggal di Kota Serang sejak 1965. Kota di sebelah Barat Jakarta – sekitar 80 km, ini unik. Disebut kota, tapi penampilannya masih seperti kampung. …

Aku tinggal di Komplek Hegar Alam, yang diapit 2 kampung, yaitu Ciloang dan Kubil. Jika puasa tiba, anak-anak kampung menabuh genderang berkeliling komplek, membangunkan kami untuk sahur.

Tukang ketupat sayur setiap hari kita lihat. Dia lewat begitu saja. Sesekali ngobrol dengan wong cilik seperti dia.

Wahyu Nurjamil Selaku Kepala Dinas Koperasi, Ukm, Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang menyampaikan apresiasinya atas terlaksana kegiatan ini, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah sebuah ikhtiar untuk menggerakkan roda perekonomian dan menciptakan pasar baru

Rudi Gunawan, Ketua FTBM Provinsi Banten menceritakan tentang keberhasilan pengurus TBM dalam membuat program untuk masyarakat.

APKLI berada di bawah naungan Disperindagkop (Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM) Kota Serang.

Sore ini aku janjian sama relawati yang bertetangga denganku, yang jarang bertemu karena sama sibuknya. Ia akan nimbrung mengajar, bahkan menitipkan uang yang lalu kubelikan makanan ringan untuk anak-anak ini.