Apa yang menjadi viral di kota besar belum tentu viral di kota kecil seperti Larantuka. Tidak semua anak yang memegang gadget menonton peristiwa yang sama.
Apa yang Viral di Tempatmu Belum Tentu Viral di Tempatku

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Apa yang menjadi viral di kota besar belum tentu viral di kota kecil seperti Larantuka. Tidak semua anak yang memegang gadget menonton peristiwa yang sama.

Anak-anak kehilangan makna kehilangan panutan, hanya ada jam kosong di kelas-kelas yang tak merdeka. Mereka yang kehilangan etika, tenggelam dalam inginnya sendiri tak tau untuk apa sesungguhnya kehidupan yang dijalani.

Tema besar Flores Writers Festival tahun ini coba mengatakan hal yang sama dengan tema besarnya Pana Beto atau diartikan Pulang dan Pergi.

Lembaga Santo Fransiskus Asisi Larantuka sebagai hari ulang tahun sekolah yang dimaknai sebagai Pesta Family.
Komunitas Numerasi berdiri pada 24 Agustus 2024, adapun alasan dibuatnya komunitas ini adalah untuk menghimpun anak-anak yang suka berhitung

Apa yang bisa diandalkan di Larantuka tahun 1980-an? Perpustakaan belum ada. Seolah tidak ada kehidupan, karena anak-anak mudanya merantau ke Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, dan Yogyakarta, “Saya memutuskan pulang kampung ke Larantuka. Saya harus membangun kampung saya, terutama di bidang pendidikan. Saya pulang membawa oleh-oleh sembilan dus buku.”

Pada dua sekolah yang dikunjungi Ketua Forum TBM NTT, Polikarpus Do selalu menitipkan pesan untuk selalu menjaga semangat literasi dan meningkatkan mutu literasi yang ada saat ini.

Saya duduk di hadapan para siswa, guru, dan masyarakat. Mereka memakai seragam Pramuka. Saya bercerita tentang Lord Baden Powell, penemu Pramuka. Anak-anak ternyata belum tahu siapa Bapak Pramuka Dunia itu. Tahun 1989-92, saya pernah bekerja di Tabloid Warta Pramuka.

Kemasan Teatrikal Perjuangan Herman Fernandez yang diperankan oleh komunitas pewARTa berhasil menyedot perhatian para penonton di Taman Kota Larantuka

Melalui giat Temu OSIS SMA se Kabupaten Flores Timur, tercipta kolaborasi berbagi praktik baik dan saling memberikan energi positif antar pengurus OSIS.

Setiap kegiatan Duta Baca Indonesia di daerah, saya selalu kerepotan di soal dress code. Tentu topi dan jas jadi andalan.

Kota Larantuka itu selain indah juga menyimpan banyak cerita masa lalu. Selain bangunan tuanya seperti gereja Katerdal, rumah Raja Larantuka, patung YHesus, pantai Utse, juga taman patung Herman Fernandez yang heroik.

Hari Pertama Duta Baca Indonesia di Larantuka kunjungi 5 titik untuk menyebarkan semangat literasi melalui diskusi, workshop, dan interaksi langsung.

Selamat datang, kembali untuk kedua kalinya, Mas Gol A Gong, Duta Baca Indonesia, di Kabupaten Flores Timur

Alih-alih mencari cara pintar mengatasi hal tersebut, orang tua lebih nyaman mengatasinya dengan memberikan ponsel untuk meredakan tangis si anak.

Ada beberapa hal yang menjadi capaian istimewa pada periode terdahulu yang mungkin akan sulit diulangi lagi , tapi sebagai manusia yang ingin maju dan berani mengambil tantangan, kita boleh mengambil jalan lain dari yang pernah dilakukan oleh generasi BSM sebelumnya.

NTT memang indah dengan pesona alam dan budayanya. Jadi, orang NTT kalau sedang libur sekolah, tak usah ke mana-mana. Cukup di NTT saja.