Sampai suatu hari, sekolah tempat adik Raga belajar mengadakan lomba debat antar-kampung. Raga dengan penuh percaya diri mendaftar sebagai wakil. Ia datang dengan jas putih dan kacamata bundar—lengkap dengan kata-kata motivasi: “Saya percaya pada kekuatan orasi.”
Tegaknya Si Hampa

