Resensi buku Cinta Tak Pernah Tua karya Benny Arnas, menghadirkan corak cinta, misteri, dan aroma sastra Melayu lewat tokoh Samin.
Cinta Tak Pernah Tua: Corak Cinta dalam Suguhan Sastra Beraroma Melayu Karya Benny Arnas

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Resensi buku Cinta Tak Pernah Tua karya Benny Arnas, menghadirkan corak cinta, misteri, dan aroma sastra Melayu lewat tokoh Samin.

“Cucu saya kelaparan.” Adalah kalimat yang meluncur dari mulut wanita tua itu. “Saya khawatir anak kecil itu akan mati jika tidak juga mendapat makanan. Saya berjanji akan mengembalikan semangkuk padi itu. Saya akan mencari kayu bakar untuk dijual. Mungkin akan sedikit lama mengembalikannya.”

Saya kembali fokus pada pemuda itu. Dia masih terus menumbuk. Caranya menjatuhkan alu ke dalam lumpang mulai sedikit santai. Sedari tadi, saya sudah gatal ingin menanyakan kenapa keranjang itu tidak dia letakkan saja. Tentu gerakannya akan lebih nyaman. Boleh jadi, pekerjaannya pun bisa segera rampung. Namun, saya menelan kembali rasa penasaran itu.