Oleh: Yulistya Yoo
Kepada mereka, ingin kukenalkan dirimu. Seorang pejuang, pujangga, pengelana yang tangguh. Bukan sembarang pengelana, melainkan pengelana cinta. Pada kematianmu kali ini membuat orang-orang kampung berdebat perihal tulisan yang akan terukir pada nisanmu. Entah siapa yang akhirnya mengusulkan untuk menuliskan nama Samin, tanpa tanggal lahir, tanpa tanggal wafat.
CINTA TAK PERNAH TUA adalah suguhan sastra beraroma Melayu penuh metafora. Benny Arnas menciptakan tokoh Samin dengan segala liku dan teka-teki hidupnya. Seorang veteran yang mengalami kematian dalam sebuah kecelakaan bersama istrinya, lantas kematian tersebut membawanya mengarungi kelahiran kembali, kehidupan baru yang tak ubahnya serupa candaan takdir.
Dari mulai pertemuan Samin dengan seorang kompeni yang membuatnya terjebak dalam asmara sejenis, hingga pertobatan yang membawanya mengarungi rumah tangga, kawin-cerai dengan riwayat lima istri.

Tadinya saya pikir karya ini adalah sebuah novel, ternyata bukan. Pengelana Mati dalam Hikayat Kami, Gulistan, Orang Inggris, Pohon Tanjung Itu Cuma Sebatang, Muslihat Hujan Panas, Bunga Kecubung Bergaun Susu, Senapan Bengkok, Batubujang, Belajar Setia, Tupai-tupai Jatuh dari Langit, Senja yang Paling Ibu, dan Cahaya dari Barat adalah kedua belas cerpen dalam buku ini.
Cerita satu dan lainnya saling kait dengan Samin sebagai tokoh yang selalu tercatut di dalamnya. Cerpen-cerpen di atas ditulis menggunakan sudut pandang yang berbeda-beda. Empat cerpen dalam sudut pandang orang pertama, tiga cerpen dalam sudut pandang orang kedua, dan lima cerpen dalam sudut pandang orang ketiga.
Pohon Tanjung Itu Cuma Sebatang adalah salah satu cerpen yang menurut saya, di sinilah penulis benar-benar menjabarkan siapa sebenarnya sosok Samin. Berkisah tentang membuncahnya kerinduan Samin ketika menerima surat dari Misral, anak satu-satunya yang tiga puluh tahun lalu dia usir dari rumah tersebab membangkang, tidak setuju jika bapaknya kawin lagi di usia nyaris renta.

Jika dalam beberapa cerpen sebelumnya, digambarkan betapa egoisnya seorang Samin yang rela mengorbankan apa pun demi bisa melepas gelora cintanya, di sini penulis justru membuat pembaca merasa sedikit bersalah pada Samin.
Mulai dari alasan-alasan mengharukan kenapa Samin harus menikah berulang-ulang, sampai kungkungan rasa bersalah dan rindu pada anak-cucu yang tidak pernah mampu dia katakan. Cerpen ini adalah cerminan kehidupan hampa seorang lansia yang menyesali masa lalunya.
Belajar Setia adalah cerpen yang paling saya suka. Setelah dijejali dengan lika-liku lima kali pernikahan Samin, penulis membuat kisah yang begitu menyentuh, tetapi tragis. Di daerah Kayuara ada seorang perempuan amat setia. Dia percaya bahwa suatu ketika akan muncul seorang pemuda bernama Musmulikaing yang akan membawakan dirinya kabar perihal cinta sejati. Dialah yang menjadi cinta pertama Samin, di mana sang pujangga tidak pernah tahu bahwa kekasih masa lalunya itu masih setia hingga merelakan diri hidup sebagai perawan tua.

Ketika mengathamkan buku ini, saya merasa semakin tidak mengenal Samin. Dia diciptakan sebagai sosok yang penuh misteri. Satu masa, dia berkelana di era penjajahan ratusan tahun silam. Satu masa, dia hidup di tahun 90-an. Dan satu masa, dia menjadi bagian dari akhir zaman.
Di luar ritme cerita yang perlu sedikit memutar otak, saya menyukai tulisan-tulisan beraroma Melayu dan Benny Arnas berhasil menyuguhi saya tema dan pengisahan yang menarik, juga cerdik.
4.5/5
Judul: Cinta Tak Pernah Tua
Jumlah halaman: IV + 132
Penulis: Benny Arnas
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2014
ISBN: 978-602-03-0899-9
Tentang Penulis:
Yulistya Yoo. Seorang peracik obat yang menyukai racikan diksi. Beberapa tulisannya pernah dimuat di media: kompas.id, golagongkreatif.com, rahma.id, bernas.id, dan Koran Merapi Jogja. Selain menulis novel cetak dan antologi, karya-karyanya pun bisa dibaca secara online di KBM APP, Kwikku, KLPK APP. Bisa disapa di akun Yulistya Yoo (Facebook) dan @yulistya_yoo (Instagram).

RAK BUKU adalah resensi buku. Upayakan tulisannya membangun suasana lokasi membaca, personal literatur. Boleh juga menulis seperti catatan perjalanan. Panjang tulisan 500 hingga 1000 kata. Honor Rp100 ribu. Sertakan foto diri, bio narasi singkat, identitas buku, nomor WA, rekening bank, foto-foto cover buku, penulisnya sedang membaca bukunya. Kirim ke email golagongkreatif@gmail.com dan gongtravelling@gmail.com dengan subjek: Rak Buku


