Peserta FLS3N Kabupaten Flores Timur 2025 menunjukkan antusiasme tinggi meski waktu terbatas. Simak update progres pengiriman karya lomba hingga detik-detik menjelang deadline!
FLS3N Kab. Flores Timur: Kejar-kejaran dengan Deadline

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Peserta FLS3N Kabupaten Flores Timur 2025 menunjukkan antusiasme tinggi meski waktu terbatas. Simak update progres pengiriman karya lomba hingga detik-detik menjelang deadline!

kuti pengalaman seru kami sekeluarga menghadiri Festival Bale Nagi 2025 di Larantuka. Dari pertunjukan seni tradisional, pesan ekologis, hingga momen berharga menikmati healing murah meriah bersama keluarga!

Kunjungan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, ke Flores Timur pada 25 April 2025 bertepatan dengan Festival Bale Nagi dan Sambut Baru. Kehadiran beliau membawa misi penting terkait pemajuan kebudayaan daerah, termasuk pembangunan museum dan pelestarian warisan budaya.

Kepala Bandara Gewayanta, Puguh Lukito, menjadi juri lomba melukis Festival Bale Nagi 2025 di Flores Timur. Lomba ini bertujuan mendorong kreativitas dan melahirkan pelukis muda berbakat dari daerah.

Pak Duta nggak mau kalah sama anak muda soal tarian Velocity yang lagi viral! Aksinya terekam saat konser.

Kasus pencurian di Flores Timur makin marak dan meresahkan warga. Dari pasar hingga kantor pemerintah, pelaku tak pandang bulu. Warga mulai bersuara melalui media sosial.

Festival Bale Nagi 2025 resmi dimulai dengan karnaval budaya di Larantuka, Flores Timur. Acara penuh semangat ini diikuti sekolah-sekolah dan UMKM lokal. Simak keseruannya di sini!

Tingkat pengangguran lulusan SMK tertinggi di Indonesia. Apa penyebabnya? Simak fakta, data, dan solusi yang dibahas dalam FGD Pendidikan Flores Timur.

Dalam momentum Hari Buku Sedunia, Forum TBM Flores Timur mendorong semangat kolaborasi dan militansi literasi demi menghidupkan gerakan membaca, menulis, dan menciptakan ruang belajar alternatif di Flores Timur.

Cerita menarik dari tongkrongan bapak-bapak guru yang membahas buku-buku inspiratif penuh refleksi di Hari Buku Sedunia.

Apakah mencorat-coret baju saat kelulusan masih relevan di era sekarang? Simak ulasan reflektif tentang makna kelulusan, pentingnya perayaan yang bijak, dan pilihan yang lebih bermanfaat bagi masa depan.

Kesenian bukan hanya ekspresi estetika, tapi juga senjata melawan ketidakadilan. Dari Umar bin Khattab hingga Green Day, tulisan ini mengulas bagaimana karya seni menjadi alat perjuangan sosial dan politik, termasuk dalam konteks Indonesia.

Simak ulasan buku Dudung Suka Balap Karung karya Pratiwi Ambarwati, sebuah cerita anak yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan makna perjuangan, kegagalan, dan semangat untuk bangkit.

Perjumpaan singkat penulis dengan Dr. Sastri Sunarti dari BRIN di Flores Timur membuka ruang dialog seputar riset sejarah, tradisi lisan, dan penulis lokal. Sebuah momentum inspiratif yang menandai awal kolaborasi budaya dan literasi di wilayah timur Indonesia.

Tinjauan jujur dari penonton awam terhadap pementasan teater “Wawancara dengan Mulyono” karya Teater Payung Hitam yang disiarkan langsung di YouTube TV Tempo. Simbolisme kuat, ekspektasi tinggi, dan pengalaman menonton daring yang terbatas jadi sorotan.

Timnas Indonesia sedang menghadapi laga penentuan menuju Piala Dunia 2026. Apakah bergabungnya pemain Garuda di laga All Star ASEAN vs Manchester United justru berisiko? Simak ulasannya di sini.

Film animasi Indonesia, Jumbo, mencuri perhatian dengan kualitas produksi tinggi dan pengisi suara artis ternama. Mungkinkah film ini masuk nominasi Oscar dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional?