Tips Menulis: Tokoh Utama Tidak Sempurna di Novel Lelaki di Tanah Perawan

Di novel yang saya garap sejak 20 Maret 2020 – Lelaki di Tanah Perawan, mengambil setting saat ini, dimana politik identitas, Corona, humman trafficking, klenik, tradisi-modernisasi, klenik, sesajen, dan politik uang di Pilkada merajalela.

Karakter tokoh utamanya diluar kebiasaan saya. Biasanya macho, ganteng, disukai perempuan, kali ini saya keluar dari kebiasaan itu. Saya mencoba tokohnya kaya tapi jadul, anak Mama, berkacamata karena kutu buku, digital native, sarjana ekonomi, sok pemberani, anak bawang, jarang gaul, dan tidak punya pengalaman pada wanita. Jika memiliki keinginan, harus ia dapat. Tiba-tiba saja dia menginginkan Ratih – teman kuliahnya berbeda kasta, jadi calon istrinya.

Ketika tahu Ratih pulang kampung, maka dia mengejarnya. Dia seolah dilemparkan ke medan perang, menghadapi kenyataan hidup yang sesungguhnya.Karakter tokoh utama pelan-pelan berkembang ketika dia harus mengejar perempuan impiannya di sebuah desa terpencil, dimana desa itu sangat dikenal sebagai daerah keramat mencari berkah dengan syarat harus meniduri perawan desa.

Tokoh utamanya bernama Raka Kusumaputra, lahir dari ibu Islam kejawen asli Solo, ayah beragama Islam Sunda Jawa Kuningan. Mereka pengusaha garmen dan pabrik tekstil yang sukses. Mereka membiarkan Raka menempa hidupnya, walaupun sudah menyiapkan jodoh dari keluarga sesama komunitas agamanya dan bisnisnya.

Oke, saya masih mencari penerbitnya. Tunggu tanggal terbitnya ya.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==