Titip Jejak di Uni Emirat Arab (6)

Oleh Agus Pramono

Jejak perjalanan saya yang akhirnya bisa menjejakkan kaki di Uni Emirat Arab merupakan puncak pencapaian serupa sebuah cita-cita yang tercapai, mimpi yang terwujud atau doa yang dikabulkan.
Selanjutnya?

Ya, seperti adagium di SPBU, mulai dari nol lagi. Atau kembali ke titik kumpul pertama.
Beberapa waktu ke depan, saya mencoba mereka ulang mulai dari awal ide misi mustahil ini bermula hingga akhirnya bisa bermuara.

Semoga saya beruntung dan bisa menjadikan cerita ini sebagai warisan bermakna dan bermanfaat bagi generasi berikutnya di keluarga besar kami.

Begitu dahsyatnya (campur aduk) perasaan bisa menelusuri relung kota mulai dari Abu Dhabi hingga Dubai dan sekitarnya. Kesannya sungguh tidak biasa dan nyaris susah untuk dikatakan.

Untungnya buat saya – buat kami, semua akomodasi perjalanan ini tidak menggunakan anggaran perusahaan. Sponsor utama kami murni berasal dari rekening pribadi keluarga, terutama si Kakak, mBarep kami yang bekerja di KBRI Abu Dhabi. Tidak ada yang lain. Kami juga tidak menggunakan jasa pemandu wisata pihak ketiga, demi bisa berhemat. Semua kami urus sendiri. Sehingga, menurut saya, tidak ada pihak yang saya rugikan. Pihak yang cemburu mungkin ada beberapa.

C’est la vie, kata lagu dari band Emerson Lake and Palmer. Begitulah hidup. Kadang tak terduga. Nikmati sensasi yang ada.
Hidup itu bagaikan naik rollercoaster. Cerita tentang rollercoaster ini akan diceritakan pada episode berikutnya, kalau tidak lupa.

*) Mojokerto, 11022025
*) Penulis tinggal di Mojokerto. Pada akhir Januari bersama istrinya melakukan perjalanan ke Jakarta dan Abu Dhabi.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==