Ia paham, dimanapun berada tetap ada orang yang membutuhkan buku sebagai ladang nutrisi jiwa dan raga. Kedatangan saya malam itu selain bersilaturahmi sekaligus sebagai tanda simpati saya kepada pemilik TB Horizon yang telah memberikan warna di Manokwari, terutama bagi pecinta buku. Namun, berita mengejutkan justru datang disaat minat baca masyarakat Manokwari perlu terus didorong.

“Pengumuman bagi pelanggan Toko Buku Horizon Manokwari: Mulai 20 Mei 2024, Toko Buku Horizon akan tutup permanen,” tulis Dewi, pemilik TB Horizon di media sosialnya. Ya, toko buku satu-satunya di Manokwari itu akan tutup permanen.
“Ayo, mari masuk,” sambut Kak Dewi. Baru duduk sebentar ibu satu anak itu langsung menyodorkan satu kardus buku kepada Mariah Rosse Lewuk, teman yang janjian dengan saya bertandang malam itu.

Sebelum meninggalkan Manokwari, Kak Dewi menyumbangkan sebagian bukunya ke komunitas baca. Mariah Rosse Lewuk – pengelola Komunitas Rimba, yang menerima buku tersebut. “Saya barusan rencana mau antar ke rumah, tapi sekalian saja buku-buku ini nanti dibawa,” ujarnya saat kami berkunjung Senin, 18 Juni 2024.
Malam itu kami menggali banyak hal tentang eksistensi TB Horizon. Keberadaan TB Horizon di Manokwari meninggalkan banyak cerita serta kenangan. Bahkan, menurut Kak Dewi, toko bukunya sudah eksis di Manokwari sejak tahun 2006 dengan nama awal Toko Buku Xavier.

Toko buku yang ia kelola merupakan satu-satunya di Manokwari. Awalnya ia hanya menjual buku agama, seiring waktu ia menyasar pembeli buku umum, sehingga ia mengganti nama tokonya dengan nama Toko Buku Horizon.

“Saya adalah penggemar buku, saya senang membaca. Ketika saya datang ke Manokwari, saya melihat tidak ada toko buku disini, sehingga saya membukanya sebagai usaha,”ujar Kak Dewi yang beralamat di Jalan Brawijaya Manokwari itu.


