Pergulatan mengelola toko buku di Manokwari dalam rentang waktu cukup lama menyisakan kesedihan bagi Dewi. Sejak membuat pengumuman di media sosial, ia pun melalui hari-hari yang dilematis.
Beberapa kali ia memposting ulang kenangan tersebut di media sosial miliknya, dengan nama Tjandra Ratna Dewi. Menutup toko buku tersebut seakan pilihan berat yang harus ia ambil. “Saya tidak tega, tapi harus bagaimana lagi,”ujarnya tampak sedih.

“Buku bagi saya adalah teman, saya tidak punya banyak teman di kota ini. Bisa berinteraksi dengan pembeli buku di toko saya adalah sebuah kesenangan tersendiri bagi saya. Jujur, saya merasa happy ketika pengunjung datang menemukan buku yang ia cari, bukan semata karena tuntutan tugas di sekolah, tapi membeli buku karena memang suka membaca. Saya sedih harus menutup toko buku ini,”ujar Dewi yang selama ini juga menerima buku-buku penulis lokal di Manokwari untuk diperjualkan di toko buku miliknya.

Setelah ditelusuri, keputusan untuk menutup toko buku tersebut ternyata bukan karena persaingan. “Saya menutup toko buku ini karena saya harus pindah ke kampung di Sonder Sulawesi Utara. Saya harus mengurus tanah warisan kluarga. Jadi, bukan karena penjualan buku menurun, atau karena ada kompetitor. Bahkan saya bertahan karena memang tidak ada kompetitor, ”ujar Dewi sambil tertawa.
Tutupnya toko buku satu-satunya di Manokwari tersebut menjadi kabar menyedihkan bagi pecinta buku di Manokwari. Seperti yang disampaikan oleh Mariah Rosse Lewuk. “Dulu Toko Buku Horizon menampung buku-buku saya. Keberadaan Toko Buku Horizon adalah lentera bagi warga Manokwari,” ujar Mariah yang sudah lama bermitra dengan TB Horizon.

Memang, selama ini TB Horizon selalu membuka pintu selebar-lebarnya kepada penulis buku di Manokwari. “Saya pesan kepada penulis di Manokwari jangan malu-malu untuk menjual buku karyanya. Harus percaya diri, posting di media sosial agar cepat terjual,” ujarnya.
“Setelah di tempat baru, saya akan tetap menyenangi buku sebagai bagian dari hidup saya,” ujar Kak Dewi yang menjadikan perpustakaan pribadi sebagai ruang heningnya. “Setelah Toko Buku Horizon tutup saya berharap ada orang yang mau membuka usaha toko buku seperti yang pernah saya lakukan di Manokwari,” tutupnya.



