Toko Dillah Busana yang berada di Pasar Gedung Leuwiliang Lt.2 Blok AAK 4-5, Kecamatan Leuwiliang Bogor, milik orangtua Wardah berdiri sejak 2007. Tapi sejak 2015 hingga sekarang, toko itu sepenuhnya dikelola Wardah.

“Awal mula berjualan sebenarnya karena nerusin salah satu usaha orangtua, yakni di bidang pakaian. Namun orangtua melepas dan menyerahkan tokonya untuk dikelola saya sepenuhnya,” kata ibu muda satu anak ini.
Istri dari suami Chechep Tajudin Albuguri ini mengatakan sebenarnya bisnis bajunya tak melulu hanya busana muslimah. “Tapi berbagai macam busana anak ABG juga ada, meski lebih fokus ke baju muslimah seperti gamis, kerudung dan lain-lain,” paparnya.

Saat ditanya berapa modal awal dalam membangun bisnis busana ini, Wardah mengaku dirinya kurang mengetahui secara pasti. Karena ia hanya meneruskan usaha orangtuanya.
“Kalau penghasilan toko, omzet kotor itu dalam sebulan bisa lebih dari Rp.100 juta. Tapi jika sudah tiba musim lebaran penghasilannya bisa lebih meningkat,” papar lulusan magister UIN Jakarta ini.

Wardah juga memberikan motivasi bagi calon pembisnis yang baru memulai usahanya. Menurut Wardah, jika kita mau memulai bisnis, mulai saja dulu meski dari yang kecil.
“Seiring berjalannya waktu, pasti nanti akan ketemu jalannya. Bisnis itu belajar terus-menerus. Karena kita gak tau kan kapan naik, kapan pasaran turun. Harus dikuatin mentalnya. Kalau gagal, coba lagi, sambil kita terus mencari inovasi baru, pinter cari moment dan harus up-to-date tentang model-model baju baru,” paparnya.

Wardah melanjutkan, karena setiap kesuksesan pasti butuh proses, butuh kerja keras, butuh sabar dan butuh konsisten. “Saya juga pernah ngerasain sepinya jualan. Apalagi sekarang marketplace lagi hype banget. Perkembagan teknologi makin maju, kalau kita gak ikut perkembangan zaman, gak ada inovasi, untuk sukses kadang butuh perjalanan bertahun-tahun untuk sampai di puncak. Semua perjalanan beda-beda. Kalau kita terus berusaha, pasti ketemu jalannya,” pungkasnya.



