Kemudian saya pernah mengajak Nabila dan Gabriel, 2012, traveling dari Singapura ke Kuala Lumpur, mengenalkan negara tetangga dengan segala kemajuannya. Dan terus berlanjut, tiak pernah berhnti sebelum Covid-19 merajalela.


Paling asik tentu saat traveling bersama keluarga dengan mengendarai mobil sendiri. Traveling sambil mengenalkan literasi keluarga. Pada 2017, saya mengajak Tias Tatanka, Gabriel, Jordy dan Natasha. Sayang Nabila yang kuliahnya di Sun Yat Sen University masih belum liburan. Gabriel pas liburan dari Abu Dhabi.

Sebelum berangkat, kami menyebar informasi di medsos, bahwa kami akan tour de Java – menyulut “Gempa Literasi’ di setiap kota yang kami lewati. Di setiap kota, Gabriel membuka acara dengan nyanyi rap. Tias memberi materi literasi keluarga. Saya memberi pelatihan menulis. Jordy dan Natasha mendokumentasikan kegiatan dan menjual buku.

Pada 2018, komplit. Kami traveling Lampung hingga Medan. Tidak mengendarai mobil sendiri, tapi naik transportasi umum bus dan kereta. Kami adalah backpacker. Gabriel dan Nabila duet memotivasi para pelajar dengan menggunakan bahasa Mandarin dan Arab.

Traveling bersama keluarga itu betul-betul indah. Kita bisa saling mengenal. Terutama saya dan Tias, bisa mengenal lebih dalam karakter anak-anak. Sekolah, perpustakaan, komunitas, kanpus, bahkan dinas terkait memfasiitasi kami. Sungguh luar biasa. Kami berterima kasih.



