Harga grab di sini rupanya tidak jauh beda dengan harga di Indonesia. Beberapa kali kami memesan grabcar dan juga grabfood di Malaysia, harganya cukup ramah di kantong.
Setelah sampai di Petaling Street, kami mencari yang seger-seger dulu untuk meredakan haus. Terpilihlah “Air Mata Kucing” sebagai minuman yang kami beli, karena kami penasaran dan tertarik dengan namanya.

Air mata kucing ini merupakan minuman sari kelengkeng dicampur gula. Rasa gulanya mirip gula Jawa. Enak dan segar banget. Saya merekomendasikan minuman ini bagi teman-teman yang nantinya mau ke Malaysia.
Petaling street ini merupakan pasar belanja rakyat, mirip seperti Malioboro di Indonesia. Perlu keahlian negosiasi dan tawar menawar harga di sini agar mendapatkan harga terbaik.
Kami tertarik untuk membeli kaos bergambarkan Twin Tower Kuala Lumpur. Pedagang menawarkan harganya RM 15, kemudian kami tawar RM 10. Setelah kami tawar, pedagang memberikan harga RM 13, RM 12, RM 10, kemudian RM 10. Alhamdulillah kami berhasil membeli dengan harga RM 10. Mungkin bagi pengunjung yang skill tawar menawarnya sudah expert, harga bisa lebih murah lagi.

Setelah dari Petaling Street, tujuan selanjutnya adalah Dataran Merdeka, Perpustakaan Kuala Lumpur, dan Masjid Jamek. Ketiga objek tersebut masih dalam satu lokasi.
Kami berfoto-foto di area tersebut dan menyempatkan sebentar masuk ke Perpustakaan Kuala Lumpur, yang ternyata koleksi bukunya berlimpah dan tempatnya cukup keren.
Di salah satu minimarket di area tersebut, kami membeli sim card paket data internet Malaysia, supaya bisa memesan grab untuk melanjutkan perjalanan.Perjalanan berikutnya adalah ke Genting Highland.



