Begitulah. Saya melatihnya dengan mengenali rumah, terus Banten, Jawa Barat, Bali, hingga dari Sabang sampai Merauke. Kota demi kota, sejengkal demi sejengkal. Aku kunjungi saudara sebangsa dan setanah air. Kemudian muncul rasa kangen pada rumah, rindu pada segala isinya.

Aku tumahkan segalanya dalam tulisan; novel, cerpen, esai, dan puisi. Barulah sadar bahwa ada makna lebih dalam dari sekadar traveling: memaknai rindu pada rumah. Kamu pernah merasakannya?
Gol A Gong


Halaman: 1 2

