Dalam sambutan pembukaan, Kepala Biro Administrasi Akademik, kemahasiswaan dan kerjasama UIN SMH Banten, Dr. Bazari Syam, M.Pd.I menyampaikan bahwasannya UKM UPTQ UIN SMH Banten harus menjadi UKM yang berbeda dari UKM lainnya. UKM UPTQ harus mampu mewarnai mahasiswa kampus dengan berbagai cara yang bernilai keislaman dan menjadi UKM yang selalu memberikan kebaikan dan kemashlahatan.


“UKM UPTQ UIN SMH Banten harus mewarnai mahasiswa kampus dengan berbagai cara yang bernilai keislaman, sehingga dapat mengajak mahasiswa lainnya yang belum masuk UKM UPTQ, yang selalu memberikan perubahan setiap tahunnya agar mahasiswa tidak bingung mencari UKM di kampusnya sendiri, maka UKM UPTQ harus menjadi jawaban dari kebingungan mereka yang sedang mencari UKM. Sehingga di UKM UPTQ lah semua mahasiswa dapat mengaktualisasi diri. Jangan samakan UKM UPTQ dengan UKM yang lainnya, kaarna UKM UPTQ harus terus menjadi UKM yang selalu memberikan kebaikan dan kemashlahatan,” ungkapnya.

Prof. Dr. H. Said Agil, M.A sebagai narasumber dalam acara seminar nasional ini menyampaikan bahwa dalam belajar Al-Qur’an kita harus memperhatikan sanad gurunya.
“ketika kita belajar khususnya belajar ilmu al-qur’an maka perhatikanlah sanad gurunya, apabila kita belajar kepada guru yang tidak bersanad maka gurunya adalah syaithan. Apabila ada kejelasan dalam sanad gurunya maka akan adanya keberkahan ilmu,” tuturnya.


