
Memang harus dibuat perencanaan wisata alam yang matang di Pamarayan. Wisata sejarah, kuliner, dan apa lagi, ya? Bedol bendungan Pamarayan, ya? Wisata budaya atau seni tradisi Pamarayan jug bisa dimaksimalkan. Tentu yang mengenal potensi kampungnya, ya, warganya.

BUMDES sudah harus memikirkan ini. Pariwisata di Bali bisa berkembang dengan destinasi baru karena Kepala Desa, BUMDES, dan warganya kompak.

Langkah strategis dan inovatif dari Kepala Desa, saya rasa akan menentukan nasib warganya. Jika kita menyadari lokasi Pamarayan yang berada di jalur utama transportasi kereta Tanah bang – Merak, tentu sangat diuntungkan.

Apalagi sekarang ada akses alternatif lainnya, yaitu jalan tol dari Cikande – Tanjunglesung, keluar di pintu tol Panyosogan, Petir, Kabupaten Serang.


