Kami pilih 30 cerpen. Cukup mewakili. Ada yang dari Cilegon, Yogyakarta, Kutai Kartanegara, Majalengka, Magetan, Denpasar, Karanganyar, Sumenep, Malang, Kutoarjo, Pariaman, Depok, dan Magelang. Cukup mengejutkan, ada 3 cerpen yang ditulis oleh pelajar SMP St. Yosef, Kupang, NTT.

Judul buku antologi cerpen “Sepasang Luka” karya Galuh Sekar Lintang dari SMP Progresif BS Sidoarjo. Saya nimbrung dengan cerpen berjudul “Sepatu Baru Buat Sarip” agar ke-30 anak yang menulis cerpen di buku ini mendapatkan spirit baru.


