Oleh: Pasini
Pohon sawo itu kini sudah menjulang tinggi dan berbuah lebat. Menyengat Seruni pada derasnya laju waktu. Sudah belasan tahun berlalu. Sekarang ia sudah menjadi pohon bertubuh perkasa layaknya seorang lelaki muda. Ah, mungkinkah dia memang seorang bayi lelaki dulu?
Kata anak-anak tetangga, buah sawo miliknya rasanya lebih manis dari yang pernah mereka makan biasanya. Seruni tertawa. Pikirnya, masih anak-anak tapi sudah pandai mencari muka. Tapi tak apa. Mungkin memang begitu seharusnya. Sebuah pemberian mesti dikembalikan dengan pujian, selain ucapan terima kasih.

Halaman: 1 2

