M. Nurul Fazri, Relawan Rumah Dunia & Ketua Pelaksana DADA 2024
Detik Akhir Detik Awal Rumah Dunia tahun 2024 ada sedikit yang berbeda, biasanya acara berlangsung dengan penuh gembira dan tawa. Kini menjadi haru berkabung duka. Pilu yang datang, tidak hanya mengagetkan relawan Rumah Dunia, tapi seluruh elemen yang bergelut di bidang literasi.


Abdul Salam — presiden Rumah Dunia telah berpulang ke Rahmatullah, ia yang seharusnya berdiri untuk memberikan sambutan di acara tersebut, namun panggung menjadi kosong kehilangan sosoknya. Di tengah kekosongan itu, saya berusaha tegar untuk mewakili beliau memberi sambutan. Kata demi kata, kalimat demi kalimat bercampur antara kenangan dan kehilangan.
Di tengah pilu tersebut, kami yang hadir di dalam acara seperti tidak percaya akan kehilangan sosok mulia. Selanjutnya, ketika saya diberikan kesempatan menjadi MC doa bersama untuk mendiang Abdul Salam, air mata saya tiba-tiba mengalir tanpa diundang, ia hendak turun dengan deras. Namun, Miftah Rahmet — salah satu panitia segera mengambil alih menggantikan saya menjadi MC.

Demikian, saya masih terbayang bagaimana perjuangan beliau untuk terus menebarkan semangat literasi. Salah satunya adalah mendirikan Cafe Rendezvous untuk mewadahi para pemuda dan remaja membuat kegiatan literasi. Selain itu, beliau senantiasa memberikan ide atau gagasan yang menarik untuk program di Rumah Dunia, sebagai contoh acara dari Perpustakaan Nasional Indonesia, ia mengarahkan panitia acara untuk membuat petisi di sebuah kain putih kosong, “Literasi Tanpa Korupsi”.
Sosok beliau akan selalu dikenang oleh kami yang hadir dalam acara Detik Akhir Detik Awal. Tanpanya. saya hanya kertas kosong tanpa isi, terima kasih sudah menjadi catatan indah untuk mewarnai saya dan teman-teman yang ada di Rumah Dunia.


