Saat diminta panitia untuk sharing proses kreatif menulis Negeri Permen, aku memperkirakan waktu yang tersedia dan materi singkat tanpa salindia. Ok, nanti ngobrol saja, kata hubby bersepakat.

Lalu ada tambahan permintaan menukil isi novel Negeri Permen. Aku langsung kepikiran membuat ilustrasi dalam ukuran A3. Kebetulan ada spidol baru belum diuji coba. Halah. Alasan. Hahaha.

Kebetulan juga ada kertas kardus siap gambar. Jadi habis sahur aku bikin sketsa, lanjut mewarnai dengan spidol baru. Sangat menyenangkan dan bersemangat karena ada alat gambar baru. Warnanya pun tersedia banyak, 80 jenis warna. Masya Allah, tabarakallah. Insyaallah nggak sia-sia cek out saat lihat harganya turun.
Yang kuilustrasi cuma fragmen saja, tiga halaman A3. Bisa gambar? Engga. Tanya AI dulu kek mana gambarnya, lalu kubuat sketsanya dan langsung diwarnai. Ada yang cuma kutiru model bajunya, ada yang kugambar ulang tapi jadinya sangat berbeda. Hahaha.

Padahal ngapain nambah kerjaan bikin gambar segala, kenapa nggak dongeng aja langsung. Tapi dasar aku, suka pengin ngasih yang terbaik. Jiaaah. Halah. Jadi aku senang aja bikin ilustrasi ala-ala tiga halaman besar.

Nanti kalau ada waktu luang aku mau tambahin ilustrasi lagi. Lumayan bisa dipakai mendongeng sebagian kisah Negeri Permen. Emang aku tuh suka nambah-nambah. Hahaha. Masya Allah, tabarakallah, allahumma baarik ‘alaih.
(Tias Tatanka)
#negeripermen #novelanak #novelfantasi #RumahDunia #tiastatanka


