Kelas Menulis Gol A Gong, Literasi Digital di Era Pandemi Covid-19

Sepulang dari Kalimantan bersama Rudi Rustiadi – relawan Rumah Dunia, jadi juri Film Pendek di Kabupaten Kubu Raya awal Maret 2020, Gol A Gong harus memutar otak, karena lockdown diberlakukan. Empat pelatihan di beberapa kota dibatalkan. “Ya Allah, aku tidak ingin jadi seniman atau penulis yang terdampak Corona dan berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Aku ingin bekerja walaupun dari rumah. Beri aku solusi!” begitu do’a Gong.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Antologi Cerpen “Metamorfosa”, 30 Cerpen Kritik Sosial

Metamorfosa adalah antologi cerpen. Fenomena, dari yang tadinya membuat kita tidak nyaman, kemudian berkembang menjadi lebih baik. 30 cerpen ini akan jadi momentum perubahan bagi para penulisnya. Potret buram di sekeliling kita, dengan cerpen kita mengubahnya jadi bercahaya. Tinggal 5 kursi lagi. Kontak Tias Tatanka di WA 0819 06311 007 jika ingin bergabung.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Percayalah, Jodohmu Sudah Disiapkan

Saya ini bukan lelaki sempurna. Secara phisik, saya memiliki kekurangan. Saya rasa, setiap manusia begitu. Selalu ada kekurangannya. Hanya saja, ada yang tampak nyata seperti saya, ada yang disembunyikan.

Tapi saya yakin untuk urusan “cinta” siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkannya. Jika sudah “cinta” tak ada lagi yang bisa menghalangi. Hanya saja, seperti saya, tentu harus tahu diri.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Senyuman dan Puisi yang Mengikat Cinta Kami

Selepas subuh, Rabu 22 Juli 2020, saya membuka IG. Ada mention dari Lila Ayu Arini – Didiek Ganezh. Mereka mengirim foto saya dan Tias Tatanka sedang tersenyum di suatu tempat di hong Kong. Lila Ayu membantu kami jadi tour guide. Terima kasih buat kalian berdua. Segera diberi momongan, ya. Semoga kami bisa ke Lampung – tentu setelah Covid-19 ini berlalu.

Tentang foto kami yang sedang tersenyum ini. Saya dan Tias memang sepakat untuk selalu tersenyum mewarnai hari. Bukan berarti tidak ada masalah. Kata Mamang Sapit – tukang ronda di kampung saya, “Orang yang tidak pernah tersenyum berarti dia tidak punya mulut.”

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Senyum Anak-anak Kita

“Bila seorang anak hidup dengan kritik, dia akan belajar menghukum.
Bila seorang anak hidup dengan permusuhan, dia akan belajar kekerasan.
Bila seorang anak hidup dengan olokan, dia belajar menjadi malu.
Bila seorang anak hidup dengan rasa malu, dia belajar merasa bersalah.
Bila seorang anak hidup dengan motivasi, dia belajar percaya diri.
Bila seorang anak hidup dengan dukungan, dia belajar menyukai dirinya sendiri.
Bila seorang anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan , dia belajar untuk mencintai dunia,” -―

👆Dorothy Law Nolte

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Senyum Istriku di Love Story

Sekarang saya mau memaknai senyum Tias Tatanka – wanitaku yang solehah. Senyumnya adalah anugrah terindah buatku. Ini semua saya dokumentasikan di playlist “Love Story” akun YouTube saya di https://www.youtube.com/watch… .

Ide membuat “Love Story” ini muncul tiba-tiba ketika mendengar kabar Sapardi Djoko Damono wafat Minggu 19 Juli 2020. Saya dan Tias teringat masa sebelum menikah, bagaimana saya sering membacakan sajak-sajak Sapardi.

Maka jadilah “Love Story” dengan harapan ada sesuatu yang bermanfaat bagi para sahabat yang – ehem, masih memegang teguh kejombloannya.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Para Tutor di Rumah Dunia Sejak 1998 – 2020

Rumah Dunia dimulai di garasi rumah, pindah ke teras rumah pada 1998. Saat itu Tias Tatanka yang membacakan dongeng kepada 2 anak kami yang masih balita – Nabila Nurkhalishah (1 tahun) dan Gabriel masih di kandungan. Saya saat itu bolak-balik Serang – RCTI di Kebon Jeruk.

Tahun 2000 kami berhasil membebaskan tanah seluas 1000 m2 di halaman belakang rumah. Kami membangun pendopo di tengah kebun. Tias terus saja mendongeng kepada anak-anak kecil di kampung Ciloang sambil menyusui putra kedua, Gabriel Firmansyah. Saat itu suasananya lebih pada mendongeng dan bermain. Kami ingin Nabila dan Gabriel tumbuh di lingkungan literasi yang sehat.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Cerita Putra Kedua di Abu Dhabi

Saya sedang sentimentil. Putra kedua, Gabriel Firmansyah sejak kelas 5 SD (2012) sekolah di Al Ain, Abu Dhabi. Tiba-tiba Senin 29 Juni 2020 mengabarkan, “Abi lulus SMA dan minggu depan test masuk kuliah di Abu Dhabi!”

Sudah delapan tahun di di Abu Dhabi. Saya sedih tidak menemani masa pubertas dia. Tahun 2020 dia tidak pulang, karena pandemi Covid-19. Sedangkan kakaknya – Nabila yang kuliah di Ghuangzhou, Tiongkok, justru belum bisa kembali kuliah. Kami tentu kangen kepada dia, dan saya juga tahu kalau dia kangen sama pacarnya sesama rapper.

Saya betul-betul terkejut, selama 8 tahun di Abu Dhabi, dia “berguru ke EmineM. Jika yang lain tidur, dia rekaman dengan lirik rimanya di gudang asrama. Literasi digital sangat dia manfaatkan. Semoga cita-citamu kuliah di Abu Dhabi terwujud! (Gol A Gong)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5