Jika aku bicara tentang lebaran di Komplk Guru, Jl. Yusuf Martadilaga Kota Serang, berarti membicarakan satu tokoh yang tidak bisa aku lupakan. Orang komplek memanggilnya “Wak Samsi”. Dia adalah orang yang secara ekonomi mampu. Dia juga yang membantu kami meminjamkan mobilnya ketika aku harus ke Jakarta pada pukul 01.00 WIB untuk diamputasi tangan.

Kami anak-anak kecil setelah salat Ied langsung antre di halaman rumahnya untuk mendapatkan persenan Rp. 50 – Rp 100. Itu cukup banyak. Kami sangat berterima kasih setiap mengenangnya. Tidak semua orang mampu melakukannya.Semoga Allah memberkan tempat terbaik kepada Wak Samsi dan terang benderang alam kuburnya.
Gol A Gong



