Sepatu Gunung Untuk Traveling

Entah sudah berapa buah sepatu gunung kubeli. Ada yang kemudian aku jual di perjalanan, karena kehabisan uang, ada yang kuberikan kepada orang lain, sesuka hati saja. Tapi sekarang kedua anak kelakiku sudah besar. Terutama yang kuliah di Abu Dhabi – Gabriel Firmansyah, 21 tahun, jika liburan dan traveling, pasti memilih salah satu dari ketiga sepatu itu. Anak lelaki kedua – Jordy Alghifary sudah di kelas 2 SMA, mulai merencanakan traveling. Kita lihat saja nanti. Kini ketiga sepatu gunung itu aku simpan di Museum Balada Si Roy.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Putra KamiTidak Ingin Jadi Penulis

Saya paling senang menikmati foto putra kedua kami yang ditutupi scarf ini. Kata putra kedua kami, “Di balik scarf itu Aa senyum lho, Pah.” Saya membayangkan senyumnya yang misterius.

Menjelang subuh, Rabu 29 Juli 2020, saya kangen anakku. Dia sudah memutuskan tidak pulang ke rumah tetapi meneruskan kuliah di Abu Dhabi. Alhamdulillah, berkat do’a para sahabat semua, putra kami diterima di sebuah perguruan tinggi di Abu Dhabi Juli 2020 ini. “Empat tahun ke depan hingga 2024, Aa kuliah. Doakan, ya!”katanya saat video call.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Senyum Anak-anak Kita

“Bila seorang anak hidup dengan kritik, dia akan belajar menghukum.
Bila seorang anak hidup dengan permusuhan, dia akan belajar kekerasan.
Bila seorang anak hidup dengan olokan, dia belajar menjadi malu.
Bila seorang anak hidup dengan rasa malu, dia belajar merasa bersalah.
Bila seorang anak hidup dengan motivasi, dia belajar percaya diri.
Bila seorang anak hidup dengan dukungan, dia belajar menyukai dirinya sendiri.
Bila seorang anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan , dia belajar untuk mencintai dunia,” -―

👆Dorothy Law Nolte

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Ayo, Awali Hari Dengan Tersenyum dan Sarapan

Saya senang melihat (foto) orang sedang tersenyum. Rasanya hidup terbawa tenang dan damai melihat orang tersenyum. Saya yakin semua orang setuju dengan pendapat saya ini. Kata Kurnia Effendi – penulis, “Senyum menguatkan diri sendiri dan orang lain”.

Saya ingat sewaktu muda ditanya oleh banyak wartawan, “Bagaimana kamu memulai hari?”

Saya jawab dengan “Tersenyum dan sarapan!” Dua hal itu, memang, jadi modal kuat beraktivitas. Dengan tersenyum, saya merasa hidup bersemangat. Dengan sarapan, energi saya jadi berlebih. Saya sehat jiwa dan raga.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Hidup Memang Harus Diperjuangkan dan Penuh Resiko

Setiap sore aku duduk di halaman rumah, di bawah pohon seri. Istriku menyediakan kopi dan pisang goreng. Datanglah Rudi – sahabatku sejak SD.

Rudi terisak-isak.”Bisnisku hancur. Aku ditipu orang! Habis aku! Entahlah, aku tidak tahu lagi bagaimana caranya menghidupi keluargaku.”

Aku panggil istriku. Aku minta istriku membawakan beberapa liter beras di gudang hasil panenku di akhir tahun plus beberapa butir telur dari kandang, .Rudi langsung permisi pulang membawa kegembiraan makan malam untuk anak dan istrinya.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Cerita Putra Kedua di Abu Dhabi

Saya sedang sentimentil. Putra kedua, Gabriel Firmansyah sejak kelas 5 SD (2012) sekolah di Al Ain, Abu Dhabi. Tiba-tiba Senin 29 Juni 2020 mengabarkan, “Abi lulus SMA dan minggu depan test masuk kuliah di Abu Dhabi!”

Sudah delapan tahun di di Abu Dhabi. Saya sedih tidak menemani masa pubertas dia. Tahun 2020 dia tidak pulang, karena pandemi Covid-19. Sedangkan kakaknya – Nabila yang kuliah di Ghuangzhou, Tiongkok, justru belum bisa kembali kuliah. Kami tentu kangen kepada dia, dan saya juga tahu kalau dia kangen sama pacarnya sesama rapper.

Saya betul-betul terkejut, selama 8 tahun di Abu Dhabi, dia “berguru ke EmineM. Jika yang lain tidur, dia rekaman dengan lirik rimanya di gudang asrama. Literasi digital sangat dia manfaatkan. Semoga cita-citamu kuliah di Abu Dhabi terwujud! (Gol A Gong)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5