Rudi Rustiadi – Asisten Duta Baca Indonesia
Perpustakaan Nasional RI bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Majalengka menyelenggarakan kegiatan Duta Baca Indonesia Masuk Sekolah di SMPN 3 Majalengka, Rabu, 20 Agustus 2025. Acara ini dihadiri ratusan siswa yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan literasi.


Bunda Literasi Kabupaten Majalengka, Iim Maemunah Suherman dalam sambutannya menekankan pentingnya budaya membaca sejak dini. Ia mengajak para siswa untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari demi menyiapkan masa depan yang lebih baik.

“Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca, kalian bisa menjangkau cita-cita setinggi apa pun,” ujarnya.
Kepala Sekolah SMPN 3 Majalengka, Yusuf Lukman Nulhakim, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, kunjungan Duta Baca Indonesia menjadi motivasi tambahan bagi para siswa.


“Sekolah kami berkomitmen mendukung program literasi agar siswa bukan hanya rajin belajar, tetapi juga mampu mengembangkan pola pikir kritis dan kreatif,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Majalengka, Ono Haryono menegaskan bahwa program literasi harus menjadi tanggung jawab bersama.

“Literasi bukan sekadar membaca buku, tetapi juga mengolah informasi menjadi pengetahuan dan karya. Karena itu, peran sekolah, perpustakaan, dan masyarakat sangat penting,” jelasnya.
Pada kesempatan itu Duta Baca Indonesia, Gol A Gong bercerita tentang masa kecilnya yang penuh keterbatasan, namun tak membuatnya menyerah. Justru lewat membaca dan menulis, ia mampu membangun jalan hidupnya hingga dikenal sebagai penulis produktif dan dipercaya menjadi Duta Baca Indonesia oleh Perpustakaan Nasional RI.




Pengalaman itu ia harapkan menjadi motivasi bagi para siswa untuk berani bermimpi dan bekerja keras.
Untuk menambah semangat siswa, acara juga diisi dengan kuis interaktif seputar dunia literasi. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan doorprize berupa buku langsung dari Gol A Gong. Keceriaan terpancar dari wajah siswa ketika mereka menerima hadiah, sekaligus menumbuhkan kebanggaan atas pengetahuan yang dimiliki.


Acara ditutup dengan sesi pelatihan menulis cerita pendek yang dipandu langsung oleh Duta Baca Indonesia. Siswa diajak menulis cerita pendek yang bersumber pada buku yang mereka baca. Selain meningkatkan minat menulis, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kepercayaan diri siswa untuk berkarya melalui tulisan.



