Duta Baca di daerah harus meniru gerakan yang dilakukan Duta Baca Indonesia, Gol A Gong. Duta Baca
di daerah tidak sekadar menyematkan selempang Duta Baca di dada dan menjadi “pagar ayu” di saat acara-acara pengguntingan pita atau mendampingi dinas terkait saja pada acara-acara resmi, tetapi harus berani dan berinisiatif terjun ke lapangan, bahkan di luar anggaran yang disediakan.


Namun, umumnya, Duta Baca di daerah dipilih dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan guru. Pernah, di sebuah provinsi, Duta Baca dipilih dari kalangan pelajar. Akibat yang terjadi kemudian, si Duta Baca karena masih berstatus pelajar tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Selain itu, Duta Baca di daerah harus menulis buku, tidak sekadar membaca buku dan mengajak masyarakat membaca buku. Duta Baca yang penulis buku akan menjadi contoh dan teladan yang baik. Membaca dan menulis dua kegiatan yang tak dapat dipisahkan. Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, mencontohkan itu. Dia seorang penulis buku, juga seorang pembaca buku yang di rumahnya penuh
dengan buku. (*)



