Cafe Sastra Balai Pustaka ini unik. Ada panggung mini yang biasa dipakai untuk aktivitas sastra . Para penggiat sastra memanfaatkan panggung mini ini untuk berekspresi dan silaturahmi.

Kami juga diajak oleh pegawai Balai Pustaka berkeliling, melihat-lihat apa saja yang ada di kantor Balai Pustaka. Banyak foto berwarna dan kutipan menarik dari tokoh nasional terpajang di kantor yang memotivasi kami.

Seperti kutipan dari Ki Hajar Dewantara, “Jadikan setiap tempat sebagai sekolah , jadikan setiap orang sebagai guru”. Kutipan ini selaras dengan semangat pada era Kurikulum Merdeka Belajar .

Maka dari itu penting bagi siswa-siswi di mana saja berada untuk mau terus belajar di manapun ia singgah, karena dari tempat-tempat baru kita bisa menimba ilmu dan pengalaman.

Sebelum menyudahi kunjungan ke Balai Pustaka, kami juga bertemu Dirut Balai Pustaka, Pak Achmad Fachrodji, yang jago berpantun. Beliau banyak mengajarkan pantun pada Bintang, siswi yang saya ajak ke Balai Pustaka.

Sebelum kami pulang, Devie Matahari memberikan cinderamata buku pada Bintang dengan tiga tanda tangan dari Uni Devie Matahari, Bang Fikar W Eda dan Pak Achmad Fachrodji. (*)



