Saat penyampaian materi, Je memotivasi peserta tentang pentingnya praktik menulis. Menurut Je, karena hal itu merupakan bukti bahwa kita adalah manusia yang terdidik dan hanya melalui tulisanlah kadar kecerdasan seseorang dapat dinilai.

“Saya pernah membaca quote dari Sun Yat Sen, perbedaan kita dengan hewan adalah manusia bisa membaca sedangkan hewan tidak. Dari quote itu, semangat saya membara dan mulai keranjingan membaca,” kata Je yang juga esais kepada pegawai BI Banten.

Ia menambahkan, ada tips khusus untuk pemula agar menulis esai dan artikel menjadi lebih mudah. Je menerangkan, dalam tubuh esai dan artikel ada tiga struktur penulisan. Pertama, pembukaan, menjelaskan fenomena yang sedang terjadi. Kedua, isi, menjelaskan dan menguraikan lebih detail tentang fenomena tersebut. Ketiga, penutup, bisa menjelaskan solusi, saran, kesimpulan dan harapan.

“Saya berharap pelatihan menulis ini bisa berkelanjutan dan hasil karyanya kalau bisa diterbitkan menjadi sebuah antologi buku. Ketika karya sudah dibukukan, itu akan menjadi suatu kebanggan tersendiri untuk Bank Indonesia,” tambah Je.

Sementara itu, Dania Surnida sebagai peserta dan pegawai BI Banten menceritakan pengalaman dirinya terkait persinggungan dengan dunia kepenulisan esai.
“Dahulu, ketika saya menjadi mahasiswi di Kampus UIN SMH Banten, saya pernah menjuarai esai tingkat nasional yang diadakan oleh kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Alhamdulillah saya dapat juara pertama. Dengan adanya materi ini, saya kembali termotivasi untuk terus menulis dan semoga menjadi juara di lomba Journaling Bank Indonesia,” pungkasnya. * (Sejo)



