Awalnya Senang Dandan, Kini Jadi Usaha Beromset Jutaan

Tapi saya berusaha membuang jauh-jauh pikiran itu, karena saya meyakini di balik penampilan modisnya tersimpan kelembutan hati yang tulus. Ceilaaah.

Kami pun menikah pada 15 Januari 2022 dan tinggal di Lingkungan Kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Cilegon. Sebuah kampung pinggiran kota dengan karakter masyarakat agamis.

Selama menjalani rumah tangga dengannya banyak hal menarik yang kami alami, mulai dari masalah finansial, perbedaan pendapat, keegoisan masing-masing, semua menjadi bumbu yang kami nikmati bersama.

Belum lagi ketika hendak bepergian ke suatu acara, pasti diawali keributan lantaran saya yang tak sabaran menunggu berjam-jam istri berdandan.

“Lama amat dandannya kagak beres-beres, bisa telat ini kita,” saya bertolak pinggang di depan pintu dengan mata menyalak, namun dia tetap asyik berdandan tanpa menoleh sedikit pun.

“Sebentar lagi, nih. Tinggal moles alis sama rapiin bulu mata.”

Kejadian seperti ini tak hanya sekali, melainkan terus berulang hingga kini. Sampai suatu hari, ia bercerita kalau dulu, sewaktu almarhum papah masih hidup ia akan dibiayai untuk sekolah rias dan difasilitasi agar menjadi perias wajah yang sukses.

Saat itulah, sebagai suami yang bertanggung jawab, saya terpacu untuk bisa melanjutkan keinginan almarhum papahnya itu. Alhamdulillah, jalan mulai terbuka, dia saya biayai sekolah mekup ternama di Serang dan Cilegon.

Ia pun mulai tekun menggeluti dunia permekupan, hasil polesan tangannya mendapat respon positif dari para konsumen. Tak jarang pula orang yang sudah pernah memakai jasanya, kembali meminta untuk dirias kedua kali.

Pernah suatu hari, ia meminta diantar ke sebuah acara wisuda Pondok Pesantren di Kecamatan Waringinkurung pukul 04.00 WIB untuk merias wajah santriwati yang hendak dimekup.

Ada delapan santriwati yang ia rias wajahnya mulai subuh hingga pukul 08.WIB. Satu orang santri dikenakan tarif Rp100 ribu, dikalikan delapan menjadi Rp800 ribu. Siangnya, ia kembali merias dua orang konsumen di Cilegon, sore harinya ia juga kembali melayani konsumen yang hendak pre wedding dengan tarif Rp200 ribu.

“Sekarang masih harga promo, nanti awal tahun depan bakal naik harganya,” katanya sembari cengar-cengir kegirangan memegang uang hasil keringatnya sendiri.

Uang hasil mekup itu ia kumpulkan hingga jutaan rupiah, kini, setelah tiga bulan, kami bisa membeli perlengkapan dekorasi untuk lamaran, pernikahan, ulang tahun atau acara lainnya.

“Semoga usaha kita ini berkah dan lancar ya sayang,” katanya dengan senyum penuh kasih sayang. (Daru Pamungkas)

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==