Babe Jajuli, Satpam SMK YP Fatahilah 1 Kramatwatu yang Nyeniman

Babe Jajuli pembelajar otodidak yang tekun. Ia kerap mendownload video-video yang ingin dipelajarinya via YouTube. Hal itu membuat pengetahuannya luas. Beliau tipe orang yang telaten dan detail, sehingga kehadirannya di sekolah tidak hanya memenuhi kewajibannya sebagai petugas keamanan, tapi kerap mendapatkan job tambahan berdasarkan kemampuannya.

Ia menjadi penulis ijazah utama yang diandalkan. Disamping tulisannya bagus dan rapi, ketelitiannya dalam mencocokkan dengan data siswa patut diacungi jempol, sehingga hampir tak pernah salah tulis. Saya pun pernah menulis ijazah, namun karena beresiko tinggi dan tidak boleh salah. Saya mundur.

Bukan hanya penulisan ijazah yang ia borong. Hampir semua hal-hal yang berhubungan dengan kreativitas di sekolah semua turut ia tangani; dari mulai menulis dan mengatur nama-nama kelompok pas pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah atau MPLS, mengatur pembagian raport dan menulis informasinya di papan pengumuman, merapikan rambut siswa yang sudah gondrong memakai mesin cukur, hingga mendekorasi panggung perpisahan (sebelum zaman cetak spanduk seperti sekarang ini)

Tak jarang saya berkonsultasi ke babe Jajuli semisal saat hendak renovasi rumah, mengatur tata ruang, sirkulasi dsb. Pengetahuan beliau mengenai ilmu agama dan sejarah pun cukup mumpuni. Beliau kerap meminjam buku-buku untuk ia pelajari di rumah dari perpustakaan sekolah. Semestinya ini membuat malu, guru-guru yang malas baca buku.

Sepulang tugas dari sekolah, beliau kerap saya jumpai sedang jaga di kios kecil tak jauh dari sekolah (dulu sebelum membuka warungnya di rumah) atau tengah membawa tabung gas LPG 3 kg mengantarkannya kepada pelanggan. Berkat ketekunannya, kini usahanya relatif mudah dan lancar. Dibantu kemampuan manajerial putri pertamanya yang paham betul proses selling di dunia digital sekarang ini. Sehingga guru-guru pun banyak yang memesan barang kebutuhan pokok seperti minyak goreng dan beras kepada Babe.

Hampir separu usia babe ia habiskan di SMK YP Fatahillah 1 Kramatwatu, tentu banyak suka duka yang dialaminya. Sukanya menurut beliau jika berhubungan dengan administrasi di luar semisal ke RS karena tahu bekerja di sekolah lebih dipercaya dan dipermudah.

Dukanya pernah hampir mati diserang orang sekampung ke sekolah hanya gara-gara ada oknum siswa yang rese. Ceritanya ada siswa yang meledeki beliau dengan teriak-teriak memanggil namanya.

“Saya dekati. Saya tanya baik-baik. Tapi anak itu bilangnya memanggil temannya,” Babe Jajuli tettawa. “Padahal waktu itu tidak ada murid yang bernama Jajuli selain saya. Sudah diselesaikan di BK. Tapi rupanya si anak tidak terima dan wewadul, lapor kepada orangtua dan warga di kampungnya sehingga terjadi penyerangan. Alhamdulillah, bisa diselesaikan dengan baik.”

Itulah keistimewaan babe Jajuli, berkat ketekunan beliau membaca dan belajar mandiri atau otodidak, kualitas hidupnya meningkat.

Kalau Anda?

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==