Sejarahnya begini. Indonesia mulai mengajukan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 4 September 2008. UNESCO . Kemudian, UNESCO mengukuhkan batik menjadi Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2 Oktober 2009 melalui sidang ke-4 UNESCO di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Catatan Harian Kompas, 3 Oktober 2009 menunjukkan, batik Indonesia masuk dalam 76 warisan budaya nonbenda dunia. Dari 76 seni dan budaya warisan dunia yang diakui UNESCO itu, Indonesia menyumbangkan satu warisan. Sementara itu, China menyumbang 21 dan Jepang 13 warisan.

Nah, mari kita dengan bangga mengenaan batik pada 2 Oktober. Ah, setiap hari kalau perlu, agar batik-batik di daerah semakin maju dan berkembang. Seperti di Banten ada batik dengan motif batik Baduy.
Di kampungmu, pasti banyak batik dengan motif kearifan lokal di kampungmu.
*) Dari berbagai sumber di internet

Hari Batik Nasional diperingati sejak ditetapkannya batik sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity atau Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi yang berasal dari Indonesia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

