Rudi Rustiadi
Sabtu 22 Februari 2025. Hari kedua acara Gelaran Puisi Esai di Kabupaten Kuningan. Para peserta datang dengan antusias karena Gol A Gong mengoreksi langsung satu per satu tugas dari mereka. Tema yang ditulis beragam mulai dari kriminal, korupsi hingga perundungan.



Pada kesempatan itu Gol A Gong menyarankan untuk mencari tema yang dramatis agar mudah dituliskan dengan diksi-diksi yang puitis. Selain itu memilih peristiwa nyata yang menggugah emosi.
Pastikan peristiwa tersebut pernah diberitakan di media dan gunakan catatan kaki untuk memperkuat fakta.


“Ubah kisah nyata menjadi puisi dengan narasi puitis. Tambahkan unsur fiksi untuk memperkuat konflik dan emosi. Gunakan bahasa komunikatif yang kaya metafora,” jelas Gol A Gong.
Salah satu peserta pelatihan puisi esai Asep Ajat Sudradjat seorang guru TKIT Alfarabi, mengaku senang dengan pelatihan menulis puisi esai yang dilaksanakan oleh Denny JA Foundation dan Sekolah Alam Bratakasian. Menurutnya puisi esai sangat menarik karena memadukan dua unsur antara sastra dan fakta. Hal itu menjadikan lebih emosial dalam menulis.


Pada kesempatan ini Asep mencoba menulis tentang kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Kuningan. Ia berharap pelatihan seperti ini bisa dilakukan kemabli di lain waktu. Sebab ia merasa menulis puisi esai bisa menimbulkan empati bagi penulis terhadap persitiwa di sekitarnya.


“Tidak hanya di Kabupaten Kuningan, di kota lain juga saya rasa puisi esai mesti dipelajari. Agar masyarakat bisa memberi gagasan terhadap daerahnya, dengan cara menulis peristiwa yang ada di sana dengan menulis puisi esai,” kata Asep.



