Belajar Sabar dari Sakit

Perut ibu Naufal diurut oleh dukun yang sama sekali tidak memiliki disiplin ilmu pengobatan. Akhirnya, ibu Naufal didiagnosis ususnya tidak beraturan. Berantakan. Tentu saja, harus berakhir di ruang operasi.

Ibu Naufal menjalani operasi sebanyak dua kali di tahun yang berbeda. Terakhir bulan lalu. Syukur, sekarang kondisinya sudah membaik dan bisa beraktivitas seperti sediakala.

Lain halnya dengan ibu Naufal. Bapak saya, sedari dulu, saat dirinya merasakan sakit kepala sedikit saja selalu terburu-buru membeli obat warung Paramex. Bahkan dia punya stok banyak obat tersebut.

Sakit kepala sedikit “glek” minum obat. Kondisi ini terus berlangsung sampai sekarang. Hari ini, sakit kepala sebelah bapak kambuh lagi. Bapak selalu mengaduh, dan menyebut nama Allah sebagai selingannya.

Pada pukul 5.30 WIB bapak sudah pergi ke warung membeli obat Bintang Tujuh alias puyer. Tidak tanggung-tanggung minumnya sekali dua, padahal belum makan nasi sama sekali.

Namun, obat Bintang Tujuh itu tidak berfungsi sama sekali. Akhirnya, saya mengantarkan bapak berobat ke Mantri Eman. Obat yang diberikan sebanyak 4 tablet berbeda-beda.

Semuanya diminum secara bersamaan “glek”. Sayangnya obat itu pun tidak ampuh dan bapak masih mengaduh seraya menyebut nama Allah. Pukul 10.30 saya disuruh membeli obat migrain dan penurun darah tinggi di apotek.

Perintah itu saya laksanakan dengan baik. Dan sekembalinya saya berkata kepada bapak. “Ciri khas orang sakit itu adalah tidak pernah sabaran. Belum beres obat itu bekerja langsung minum obat yang lain. Dan yang terjadi nantinya adalah kontraksi atau bahkan over dosis.”

Hampir semuanya orang miliki watak seperti itu. Sakit sedikit langsung sesegera mungkin minum obat ini itu atau bahkan menempuh pengobatan tradisional. Aku sendiri tidak demikian, terkadang merasakan dulu sakitnya sampai sejauh mana metabolisme tubuh bekerja dengan baik sebelum dibantu obat.

Boleh-boleh saja kita langsung berobat sana sini, tetapi yang harus diingat adalah “sabar”—nanti juga sembuh pada saat waktunya. Daripada minum obat ini itu akan membuat tubuh semakin rusak karena efek samping obat-obatan. Barangkali itu.*

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==