Selalu akan ada yang mengkritik membangun pada karya kita, tapi ada juga yang menghujat tanpa alasan. Nanti kita akan bisa membedakan, mana kritikan sayang dan mana hujatan penuh kebencian. Keduanya harus kita terima dengan legowo sebagai bagian dari proses kreatif, karena ciri-ciri para kreator adalah terbuka pada kritik. Yang paling penting, kita tidak berhenti berkarya. Dan satu lagi, kita tidak boleh menjiplak.

Seperti tokoh di film pendek Pintu Surga ini:
dia pemulung
bisu tuli
kebaikannya tanpa pamrih
karena bisu-tuli
dia tidak tahu jika orang-orang
mengolok-olok kebaikannya
dia bisu tuli
dia tidak tahu
jika banyak orang
mengaku jadi temannya
karena ingin disebut
: orang baik
karena dia bisu tuli
dia tidak tahu banyak orang
munafik
di sekelilingnya
Dia bisu tuli
begitu cara Tuhan
menyelamatkan hidupnya
Dia terus saja membersihkan jalanan
membersihkan hatinya sendiri
***

Begitulah petuahku sebagai guru dan orang tua kepada anak-anak muda yang sedang membangun dirinya dari bawah di Komunitas Rumah Dunia. Saya tatap mereka. Dan mereka mengangguk-angguk. Mereka sudah memiliki akun YouTube. Saya hanya bisa mendoakan mereka, semoga anak-anak yang belajar di Rumah Dunia ini sukses, rajin menabung karya, dan tetap rendah hati alias tidak sombong, Hahahaha…

Saya menasihati lagi karena saya Penasihat Rumah Dunia. Sebetulnya di situ enaknya posisi penasihat. Nasihatin teruuuus… Hehehehe. Begini nasihat saya, “Jika kalian ingin sukses, kalian harus bisa membedakan mana kritikan pada karyamu atau pribadimu. Jika kritikan itu pada karyamu, mintalah argumentasinya. Jika benar, akui kesalahanmu. Jangan bertahan, apalagi menghina yang mengkritikmu.

Kata Asma Nadia di IG pada Minggu 2 Agustus 2020, “Saya pribadi sejak kecil diajarkan untuk menerima nasihat yang ditujukan kepada saya sebagai hadiah bukan beban. Maka perasaan yang kemudian lahir bukan kesal apalagi merasa tertekan melainkan syukur dan penuh terima kasih.” Jadi intinya, jangan jadi kesal atau marah karena karya kita dikritik.

Tambah Asma yang sudah menulis bnyak buku best seller dan film layar lebarnya box office, siapa tahu yang mengkritik Asma itu memiliki kesibukan dan masalahnya sendiri, namun Asma merasa beruntung sebab orang itu masih memikirkan dan mengkritik karyanya.
Ya, perbaiki karyamu. Begitu juga ketika kamu dikritik atas pribadimu, jangan marah. Maafkanlah dia. Begitulah jika kamu ingin terus berkarya dan sukses. Nasihatnya berat, ya. Heheheheh…
Nah, silakan nonton film pendek penuh hikmah di
Semoga langkah kecil di film ini membuka “Pintu Surga” untuk kita semua. Jangan ragu untuk mengkiritik. Silakan.
#filmpendek
#literasidigital
#praktikbaikliterasi



