“Seniman-seniman muda itu berproses dalam ruang ruang belajar yang kami sebut Majelis Dramaturgi dan Open Lab keaktoran,” hal ini disampaikan langsung oleh salah satu Dramatur Teater Garasi, Ugoran Prasad .

Malam setelah menyelesaikan sesi terakhir Workshop Dramaturgi Postdramatik, peserta diajak untuk visit ke tempat-tempat yang menarik di Yogyakarta.

Pada hari kedua, 1 Februari 2024 , peserta Workshop yang berjumlah sekitar 20 orang, diajak panitia berkunjung ke Teater Garasi, kelompok teater yang cukup eksis dengan karyanya kurang lebih selama 2 dekade terakhir. Di Teater Garasi kami di sambut hangat oleh salah satu anggota Senior Teater Garasi, Mbak Lusi .

Salah satu legenda yang lahir dari tempat ini adalah Gunawan Maryanto, aktor sekaligus salah satu sutradara Teater Garasi yang pernah memainkan terlibat di film berjudul “Istirahatlah Kata-kata” sebagai Widji Thukul.

Di ruang tamu yang bersebelahan dengan dapur, pada dindingnya banyak foto-foto pementasan mereka. Ada Foto (alm) Gunawan Maryanto.

Mas Ugoran Prasad yang kebetulan sedang berada di sana, menjelaskan sejarah Singkat Teater Garasi , petanya dalam dunia Teater Indonesia. Selama Mas Ugo bercerita, sesekali kami tertawa atau tersenyum dengan makna yang dalam.

Selama berkegiatan, saya merasa terus diperhatikan trus oleh (alm) Gunawan Maryanto dalam foto yang menempel dekat dapur Teater Garasi.

Melihat panutan dalam teater adalah kebanggaan tersendiri inspirasi mereka adalah ilmu bagi kami. Terakhir kami diajak keliling oleh Mbak Lusi melihat studio latihan mereka.




