Sarinah. Mall pertama di Indonesia. Berita hebohnya tentang relief atau patung rakyat seniman Lekra tidak akan saya bahas. Tapi saya akan menuliskan kenanganku dengan Bapak di Sarinah.
Ketika tangan kiriku diamputasi di CBZ (RS Cipto), 1974, setiap tiba makan siang, Bapak mengenalkan modernisasi kepadaku dengan cara city tour. Monas, Lap. Banteng, Patung Tani, Senen (memborong buku), dan Sarinah.

Ya, Sarinah. Mall pertama. Aku dikenalkan ke lift dan eskalator. Aku bersenang-senang saat itu, lupa dengan tangan kiriku yang diamputasi. Kemudian di Serang baru ada eskalator tahun 2000, dept.store Borobudur di Royal.
Nah, tahun 1990, saya menemukan buku Sarinah di bursa buku murah Slipi, Jakarta. Biasanya selepas Maghrib sambil makan malam, saya mampir ke sini, persis di depan Panin Bank. Gusur Gusur Adhikarya sering datang lebih cepat dariku dan kami berebut buku tua, hahaha.


