Cakrawala 14: Jika Pramuka Tidak Wajib Lagi, Masih Perlukah Kita Merayakannya Setiap 14 Agustus?

Mengutip KOMPAS.com edisi 1 April 2024, Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menilai keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim menghapus Pramuka sebagai ekstrakurikuler (ekskul) wajib di sekolah, adalah kebablasan.

Saya sendiri sewaktu SD ikut Pramuka dan sampai siaga saja. Saya senang kegiatan kempingnya. Saya jadi berani traveling gara-gara ikut Pramuka itu. Kemudian saya mencari tahu, siapa sih penggagas Pramuka? Lord Boden Powel, siapa tidak kenal dia? Bapak pandu dunia. Ya. Dari pengalamannya saat perang di Africa, ketika terkurung di sebuah huta, ternyata dia masih hidup. Nah, survivor! Pengalamannya di bagikan kepada anak-anak muda: boy scout. Lalu Pramuka dunia didirikan pada tanggal 25 Juli 1907, yang saat itu Robert Baden Powell menjabat sebagai Letnan Jenderal militer Inggris mengadakan perkemahan.

Sejarah gerakan pramuka di Indonesia dimulai sejak tahun 1912. Cikal bakal pramuka Indonesia adalah didirikannya organisasi Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) bentukan Belanda. Kemudian pada tahun 1916, organisasi tersebut berganti nama menjadi Nederlands-Indische Padviders Vereeniging (NIPV). Kata Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya.

Pada tahun yang sama, Mangkunegara VII membentuk organisasi kepanduan pertama Indonesia dengan nama Javaansche Padvinder Organisatie (JPO). Sri Sultan Hamengkubuwono IX dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, terdapat empat urutan tingkatan pramuka jika digolongkan sesuai usia yakni Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega.

Lambang Pramuka berupa Tunas Kelapa yang kita ketahui saat ini disahkan dalam Keppres Nomor 238 Tahun 1961. Kemudian pada 14 Agustus 1961, secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada masyarakat setelah Presiden Sukarno menganugerahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keppres Nomor 448 Tahun 1961.

Memang penting, ya, Pramuka? Sebagai salah satu wahana pengembangan bagi para generasi muda Indonesia, Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam mewujudkan generasi yang tangguh, berbudi luhur dengan mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan serta cinta tanah air yang lebih ditujukan pada setiap kegiatannya.

Juga mengenalkan kegiatan di luar. Pramuka mengajarkan anak-anak keterampilan praktis yang dapat digunakan sepanjang hidup. Ini termasuk keterampilan berkemah, orienteering, pertolongan pertama, dan pemahaman tentang alam. Anak-anak juga diajarkan untuk menjadi mandiri dan tangguh.

Pertanyaannya,Jika Pramuka Tidak Wajib Lagi, Masih Perlukah Kita Merayakannya Setiap 14 Agustus?

Gol A Gong/Merangkum dari internet

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==