Butterfly effect belum selesai, terus terbawa hingga ke China. Padahal Timnas Cina alias “Dragon Team” sudah menunggu dan siap memangsa. Kabar buruk; Jordy Amat cidera dan dipulangkan. Protes kita tentang wasit curang ditolak AFC. Starting line up racikan pelatih STY sangat mengagetkan yang kemudian jadi blunder. Eliano Reijnders, Hoki Caraka, dan Egy MV dicoret demi strategi yang ternyata semakin memperparah, 2-1 untuk China.

Usai kekalahan yang diluar prediksi itu, efek kupu-kupu belum selesai. Di media sosial beredar tagar #styout. Padahal sebelumnya gencar dengan #afcmafia. Fans Timnas Indonesia yang militan sudah tidak kaget dengan perilaku netizen negeri Konoha. Jika menang dipuji, kalah dicaci. Kita semua meanti-wanti, agar jangat mencaci-maki para pemain Timnas dan pelatih.

Kalian bisa membayangkan, bagaimana tekanan psikologis para pemain dan tim pelatih STY? Aura negatif menyelimuti mereka. Di lapangan, mereka berupaya agar keluar dari sirkuit kemelut itu. Jujur, saya merasakan itu, karena perah jadi atlet badminton membela provinsi hingga ke level internasional untuk ajang penyandang cacat – Asian Para Games, 1985-89.


Kali ini, Kawan, supaya butterfly effect tidak berlanjut, mari kita tetap bersyukur karena permainan timnas kita bagus, hanya Dewi Persik eh Dewi Fortuna belum berpihak kepada kita. Jangan mencaci-maki pemain dan pelatih apalagi menyalahkan mereka. Secara psikologis, Timnas kita di baah tekanan. Sedangkan Timnas China sangat diuntungkan. Mereka punya filosofi, “Boleh kalah sama Aussie dan Japan tapi tidak kalah oleh Indonesia.”

Lihat saja bagaimana Timnas China bertarung di lapangan. Sebetulnya Timnas kita lebih tinggi 1 tingkat dari Timnas China. Tapi itulah sepakbola. Itulah olahraga. Dan tentu sebagai tuan rumah, pemain ke-12 yaitu penonton militan, sangat memompa semangat mereka untuk menang. Pencetak gol kedua saja sampai menangis saat selebrasi. Itu berarti membuktikan bahwa menang dari Timnas Indonesia sangat istimewa.


Mari, kita sebagai penonton tetap kompak dan tetap mendukung Timnas Indonesia. Masih ada 6 pertandingan lagi. Semangati mereka. Kita bagi peran. Doakan mereka dan mereka bertarung di lapangan untuk bangsa dan negara Indonsia tercinta. Kita kumandangkan terus lagu Indonesia Raya di stadion-stadion manca negara, karena kita adalah bangsa yang besar.

Ah, andai saja di Bahrain perpanjangan waktunya 90 + 6 + 2, kita menang 2-1 dan itu akan berdampak positif di China. Tapi, saya hanya bisa berandai-andai…
Salam sepakbola
Gol A Gong




