Cerpen MN Fazri: Mane dan Salwa

Suatu hari, Salwa bercerita kepada Mane ia ingin belajar agama lebih dalam. Salwa berharap bisa masuk ke dalam pesantren sambil sekolah, tapi Mane meragukan kondisi fisiknya khawatir terlalu banyak tugas dan kegiatan.

“Kamu yakin, udah mantap hatinya?” kata Mane bertanya dengan muka serius.

“Udah, kok. Aku udah siap dengan segala resikonya, kamu jangan khawatir,” balas Salwa meyakinkan Mane.

Satu minggu kemudian, Salwa menceritakan kepada Mane bahwa orang tuanya tidak setuju jika ia masuk ke dalam pesantren.

“Orang tuaku ragu, mereka khawatir dengan aku yang sakit-sakitan,” terang Salwa.

Mendengar hal itu, Mane memberikan saran agar Salwa pindah sekolah dan masuk pesantren.

“Kamu ijin ke orang tua, masuk pesantren yang ada sekolahan di dalamnya.”

Salwa kaget dan menolak saran itu, ia tidak mau berpisah atau berjauhan dengan Mane. Kepalanya geleng-geleng tanda tidak menyukai saran Mane.

“Kamu mau pisah?” tanya Salwa dengan muka lesu.

“Bukan gitu, aku hanya ingin membantu apa yang kamu mau.”

“Ah, boong. Kamu pasti mau pisah, udah punya cewe baru, ya?” debat Salwa, mencubit tangan Mane.

“Dasar cewe. Aku kasih saran salah, diem salah!” ujar Mane, berbalik badan dan meninggalkan Salwa.

*) Gambar: gratisography

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==