Cerpen MN Fazri: Urdi dan Desi

Hal itu yang membuat Desi—teman satu kelas Irdu, mengagumi dan jatuh hati pada sosok presma tersebut. Setiap kali melihat Irdu yang duduk dua baris di belakangnya, ia tidak bisa memandang wajah Irdu terlalu lama. Apalagi saat Irdu datang ke kelas dan melewati bangkunya, jantung Desi akan semakin kencang berdebar, dan ia hanya diam seribu bahasa.

Suatu hari, Irdu duduk satu baris di belakang Desi. Jaraknya sekitar 15 cm, atau persis berada di belakang Desi.

“Des, boleh liat tugasmu, nggak?” Irdu mencolek punggung Desi.

“Eh, Irdu, gak boleh. Masa presma nyontek,” timpal Desi, wajah tetap melihat ke depan.

“Gue kemarin gak sempet ngerjain. Banyak kegiatan di luar,” katanya memohon.

Mendengar jawaban Urdi, tangan Desi langsung mencari buku di dalam tasnya, lalu ia menyodorkan buku itu ke Irdu.

“Ini, liat aja di bagian tengah, ya.”

“Makasih, Desi. Nanti gue traktir deh,” kata Irdu, senyum manis.

Selepas mata kuliah selesai, Irdu tidak langsung keluar ruangan tapi tetap duduk ditemani Arsan dan Bona.

“Mana duitnya, gue berhasil kan,” ucap Irdu, tertawa puas.

Ardan dan Bona mengambil uang dari sakunya, seraya berkata, “Keren, presma kita dengan mudah bisa nyontek,” ucap keduanya, diiringi tepuk tangan.

“Haha, cewek mana yang gak luluh gue ngomong gitu. Pasti pada nurut,” jawab Irdu, mencium uang berwarna biru.

Desi yang mendengar percakapan itu dari balik pintu kelas, menahan rasa geram. Dia berlari menyusuri koridor sekolah.

*) Gambar: gratisographi dan kolase internet walterpinem-sewaktu.com

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==